Nikmatilah hidup selama anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu. Dan Selalu Renungkanlah Cinta yang diberikan Allah untuk kita. Niscaya kita tak kan kuasa menghitung berapa banyak cintaNYA yg diberikan pada kita.
Sunday, 26 June 2016
Monday, 20 June 2016
BACAAN PENTING BAGI YANG BUTUH JADI PETUGAS SHOLAT JUM'AT DAN HARI RAYA
BACAAN IQOMAH SHOLAT IDUL FITRI
# ASSHOLATU JAMI'AH 3X
# SHOLLU SHOLATALLI IDIL FITRI
# NAFI YATALLAKUM WA ITBA 'ALI SUNNATI NABIYYIKUM
ROHIMA KUMULLAH
# SHOLATAL LAILA HAILLALLAH
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BACAAN BILAL IDUL FITRI/IDUL ADHA DAN SHOLAT JUMA'AT
# INNALLAH HAWAMALA IKATAHU YUSHOLLU NA'ALANNABI
YAA AYYUHALADZI NA'AMANU SHOLLU ALAIHI WASSALIMU TASLIIMAH
# ALLAHUMMA SHOLLY WA SALLIM 'ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN
SAYYIDIL MURSALIN
# WA'ALA ALIHITTOYYIBI NATTHOHIRI NARROSYIDI NA WA ASHABIL AKROMIN
NAWARDO ANHUM AJMAIN..
# BIROHMATIKA YAA.. ARHAMAR ROHIMIN
setelah khotib duduk untuk membaca khotbah kedua bilal membaca :
# Allahuma sholli 'ala sayyidina muhammadiw wa'ala alihi sayyidinaa muhammad
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BACAAN DO'A BILAL IDUL FITRI/ADHA
ALLAHUMMAH QOWWIYUL ISLAM MAWAL MUSLIMIN
WASYAYYAROHUM 'ALA MAHYIDDIN BIROHMATIKAYAA.. ARHAMARROHIMIN
WALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
# ASSHOLATU JAMI'AH 3X
# SHOLLU SHOLATALLI IDIL FITRI
# NAFI YATALLAKUM WA ITBA 'ALI SUNNATI NABIYYIKUM
ROHIMA KUMULLAH
# SHOLATAL LAILA HAILLALLAH
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BACAAN BILAL IDUL FITRI/IDUL ADHA DAN SHOLAT JUMA'AT
# INNALLAH HAWAMALA IKATAHU YUSHOLLU NA'ALANNABI
YAA AYYUHALADZI NA'AMANU SHOLLU ALAIHI WASSALIMU TASLIIMAH
# ALLAHUMMA SHOLLY WA SALLIM 'ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN
SAYYIDIL MURSALIN
# WA'ALA ALIHITTOYYIBI NATTHOHIRI NARROSYIDI NA WA ASHABIL AKROMIN
NAWARDO ANHUM AJMAIN..
# BIROHMATIKA YAA.. ARHAMAR ROHIMIN
setelah khotib duduk untuk membaca khotbah kedua bilal membaca :
# Allahuma sholli 'ala sayyidina muhammadiw wa'ala alihi sayyidinaa muhammad
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BACAAN DO'A BILAL IDUL FITRI/ADHA
ALLAHUMMAH QOWWIYUL ISLAM MAWAL MUSLIMIN
WASYAYYAROHUM 'ALA MAHYIDDIN BIROHMATIKAYAA.. ARHAMARROHIMIN
WALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
Monday, 23 May 2016
Marhaban Yaa Ramadhan 1437H / 2016
Marhaban Yaa Ramadhan, Allohummaktub Lanaa Shiyaama Romadhan Kaamilan
KAJIAN FIKIH (MAZHAB SYAFII)
A. DEFINISI
Puasa berasal dari bahasa arab: shâma yashûmu shauman wa shiyâman ((صام يصوم صوماً وصياماً yang artinya menahan diri. Makna ini sebagaimana yang disebutkan Allah ketika menceritakan tentang Maryam:
Maksud puasa disini adalah menahan diri untuk tidak berbicara.
Secara istilah, puasa adalah menahan diri dari semua yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat tertentu.

B. SEJARAH DAN DALIL PENSYARIATAN
Puasa Ramadhan diturunkan perintah kewajibannya pada bulan Syaban tahun 2 H. Puasa bukan ibadah yang dikhususkan kepada umat Islam saja tetapi juga umat-umat sebelumnya. Allah SWT berfirman:
Rasulullah SAW bersabda:
Selama hidupnya, Rasulullah SAW telah berpuasa sebanyak sembilan kali. Seluruhnya berjumlah 29 hari kecuali sekali berjumlah lengkap 30 hari.
Ramadhan adalah nama bulan bangsa Arab yang kesembilan. Dan merupakan bulan yang paling afdal. Dinamakan Ramadhan karena ketika bangsa Arab menetapkan nama untuk bulan tersebut bertepatan dengan suasana yang sangat panas. Maka dinamakanlah Ramadhan yang berasal dari kata ramdhâ’ yang berarti sangat panas. Ada juga yang mengatakan bahwa dinamakan demikian karena Ramadhan membakar dosa-dosa manusia.
Hukuman Orang Yang Tidak Berpuasa Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam dan sebuah perkara yang diketahui secara umum (ma’lûmun minad dîni bid dharûrah). Oleh karena itu, barang siapa yang mengingkari kewajibannya maka ia telah kafir dan diperlakukan sebagai orang murtad, yaitu diberi kesempatan tiga hari untuk bertaubat dan melaksanakan puasa. Jika menolak maka dihukum mati.
Adapun orang yang tidak mengingkari kewajiban puasa Ramadhan tapi ia enggan atau malas melaksanakannya maka dihukumi fasik dan berlaku semua hukum kefasikan, seperti tidak diterima kesaksiannya, makruh shalat di belakangnya, dan lain-lain. Penguasa harus menahannya dan tidak memberinya makanan dan minuman pada siang hari sehingga ia seperti orang yang berpuasa meskipun secara zahir saja.
C. KEUTAMAAN PUASA
Terdapat banyak sekali ayat dan hadis yang menjelaskan keutamaan puasa. Diantaranya adalah:
1) Allah berfirman:
Imam Waki’ berkata: “Maksudnya hari-hari puasa karena mereka meninggalkan makan dan minum.”
2) Allah berfirman:
3) Dalam hadits qudsi Allah berfirman:
4) Rasulullah SAW bersabda:
5) Rasulullah SAW bersabda:
6) Nabi SAW bersabda:
7). Dalam hadis lain:
WALLAHU A’LAM
Taken From : http://ahmadghozali.com
Marhaban Yaa Ramadhan, Allohummaktub Lanaa Shiyaama Romadhan Kaamilan
KAJIAN FIKIH (MAZHAB SYAFII)
BAB PUASA
A. DEFINISI
Puasa berasal dari bahasa arab: shâma yashûmu shauman wa shiyâman ((صام يصوم صوماً وصياماً yang artinya menahan diri. Makna ini sebagaimana yang disebutkan Allah ketika menceritakan tentang Maryam:
إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
“Sesungguhnya aku telah bernazar puasa untuk Tuhan YanMAg Maha
Pemurah, maka tidak akan berbicara dengan siapapun pada hari ini.”
(Maryam:26).Maksud puasa disini adalah menahan diri untuk tidak berbicara.
Secara istilah, puasa adalah menahan diri dari semua yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat tertentu.
B. SEJARAH DAN DALIL PENSYARIATAN
Puasa Ramadhan diturunkan perintah kewajibannya pada bulan Syaban tahun 2 H. Puasa bukan ibadah yang dikhususkan kepada umat Islam saja tetapi juga umat-umat sebelumnya. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian
bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)Rasulullah SAW bersabda:
بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ
أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ،
وَإِقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البِيْتِ، وَصَوْمِ
رَمَضَانَ
“Islam dibangun diatas lima perkara: kesaksian bahwa tiada tuhan
selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat,
membayar zakat, melaksanakan haji, dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari
dan Muslim).Selama hidupnya, Rasulullah SAW telah berpuasa sebanyak sembilan kali. Seluruhnya berjumlah 29 hari kecuali sekali berjumlah lengkap 30 hari.
Ramadhan adalah nama bulan bangsa Arab yang kesembilan. Dan merupakan bulan yang paling afdal. Dinamakan Ramadhan karena ketika bangsa Arab menetapkan nama untuk bulan tersebut bertepatan dengan suasana yang sangat panas. Maka dinamakanlah Ramadhan yang berasal dari kata ramdhâ’ yang berarti sangat panas. Ada juga yang mengatakan bahwa dinamakan demikian karena Ramadhan membakar dosa-dosa manusia.
Hukuman Orang Yang Tidak Berpuasa Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam dan sebuah perkara yang diketahui secara umum (ma’lûmun minad dîni bid dharûrah). Oleh karena itu, barang siapa yang mengingkari kewajibannya maka ia telah kafir dan diperlakukan sebagai orang murtad, yaitu diberi kesempatan tiga hari untuk bertaubat dan melaksanakan puasa. Jika menolak maka dihukum mati.
Adapun orang yang tidak mengingkari kewajiban puasa Ramadhan tapi ia enggan atau malas melaksanakannya maka dihukumi fasik dan berlaku semua hukum kefasikan, seperti tidak diterima kesaksiannya, makruh shalat di belakangnya, dan lain-lain. Penguasa harus menahannya dan tidak memberinya makanan dan minuman pada siang hari sehingga ia seperti orang yang berpuasa meskipun secara zahir saja.
C. KEUTAMAAN PUASA
Terdapat banyak sekali ayat dan hadis yang menjelaskan keutamaan puasa. Diantaranya adalah:
1) Allah berfirman:
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْئاً بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي اْلأَيَّامِ الْخَالِيَةِ
“Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (Al-Haaqqah:24).Imam Waki’ berkata: “Maksudnya hari-hari puasa karena mereka meninggalkan makan dan minum.”
2) Allah berfirman:
وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ
وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ
كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا
عَظِيمًا
“Laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang
menjaga kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang menyebut Allah
(berzikir), Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang
besar.”(Al-Ahzaab: 35).3) Dalam hadits qudsi Allah berfirman:
كُلُّ حَسَنَةٍ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِئَةِ ضِعْفٍ، إِلاَّ الصِّيَامَ فَهُوَ لِيْ وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Semua kebaikan dikali sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Kecuali
puasa karena dia untukku dan Akulah yang akan memberinya pahala
sendiri.” (HR. Bukhari dan Malik).4) Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ يَوْماً فِيْ سَبِيْلِ اللهِ بَاعَدَ اللهُ مِنْهُ جَهَنَّمَ مَسِيْرةَ مِئَةِ عَامٍ
“Barang siapa berpuasa satu hari di jalan Allah maka Allah akan
menjauhkan dirinya dari neraka Jahanam sejauh jarak perjalanan seratus
tahun.” (HR. Nasa’i).5) Rasulullah SAW bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ اللهَ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika
berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).6) Nabi SAW bersabda:
صَمْتُ الصَّائِمِ تَسْبِيْحٌ، وَنَوْمُهُ عِبَادَةٌ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
“Diamnya orang puasa adalah seperti bertasbih, tidurnya adalah
ibadah, doanya terkabulkan, dan amal ibadahnya dilipatgandakan.” (HR.
Dailami).7). Dalam hadis lain:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ وَحِصْنٌ حَصِيْنٌ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah tameng dan benteng yang kuat dari api neraka.” (HR. Ahmad).WALLAHU A’LAM
Taken From : http://ahmadghozali.com
Doa dan Ruqyah Untuk Mobil Baru
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah,
Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu
'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Tradisi di sebagian masyarakat, jika
seseorang beli kendaraan baru (motor atau mobil) ia mengadakaan
selamatan. Ia mengundang tetangga-tetangganya untuk berdoa dan makan
bersama. Tujuannya sebagai bentuk syukur atas nikmat yang baru didapat
dan supaya kendaraan yang baru dibeli membawa kebaikan dan dijauhkan
dari bencana.
Tulisan ini tidak menyoroti acara
selamatan tersebut, tapi lebih ingin menyingkap bacaan doa atas
kendaraan baru. Adakah doa yang baik untuk diucapkan atas kendaraan
tersebut?
Terdapat sebuah hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
إِذَا
تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوْ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَقُلْ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
“Apabila salah seorang kamu menikahi wanita atau membeli budah hendaknya ia membaca, ‘Allaahumma
innii as-aluka khairaha wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi wa a’uudzu
bika min syarrihaa wa min syarri maa jabaltahaa ‘alaihi’
(Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan apa yang
Engkau ciptakan pada dirinya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu
dari keburukannya dan keburukan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya).”
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Keterangan yang lain, laki-laki
meletakkan tangan kanannya di ubun-ubun istrinya seraya berdoa dengan
doa di atas. Tambahan di Sunan Abi Dawud,
وَإِذَا اشْتَرَى بَعِيرًا فَلْيَأْخُذْ بِذِرْوَةِ سَنَامِهِ وَلْيَقُلْ مِثْلَ ذَلِكَ
“Dan apabila ia membeli unta hendaknya memegang punuknya dan membaca seperti di atas.”
Sedangkan mobil termasuk kendaraan,
sefungsi dengan hewan kendaraan seperti unta, keledai dan lainnya.
Karenanya, disunnahkan berdoa memohon kebaikan dan berlindung dari
keburukan kendaraan yang baru dibelinya itu.
Berdoa memohon keberkahan pada kendaraan
juga disyariatkan. Khususnya saat berharap kendaraan menjadi sarana
Allah limpahkan kebaikan dan supaya dihindarkan dari pengaruh ain
(pandangan mata yang buruk) yang berasal dari hati yang dengki.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ وَمِنْ نَفْسِهِ وَمِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ العَيْنَ حَقٌّ
"Apabila salah seorang kalian
melihat kekaguman pada saudaranya, pada dirinya, dan hartanya, hendaknya
dia mendoakan barakah untuknya, karena pengaruh 'ain itu benar adanya."
(HR. Ahmad 3/447, al-Hakim 4/215 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam
al Silsilah al Shahihah no. 2572 dan al Kalim al Thayyib no. 244)
Mengucapkan Maa Syaa Allahu Laa Quwwata Illaa Billaah (Sungguh
atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan
pertolongan Allah) juga dibolehkan, khususnya, saat dirinya takjub
dengan keindahan nikmat barunya itu. Dalilnya, firman Allah Ta'ala dalam
surat al-Kahfi,
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
"Dan mengapa kamu tidak mengucapkan
tatkala kamu memasuki kebunmu Maa Syaa Allaah Laa Quwwata Illaa Billaah
(Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali
dengan pertolongan Allah)." (QS. Al Kahfi: 39)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda: "Siapa yang melihat sesuatu yang membuatnya kagum, hendaknya
dia berucap: Maa syaa Allaah Laa Quwwata Illa Billaah (Sungguh atas
kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan
pertolongan Allah) karenanya dia tidak tertimpa kedengkian 'Ain."
(Hadits ini sangat lemah) Imam al Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh
Al-Bazzar dari riwayat Abu Bakar al Hudzali, dia seorang yang sangat
lemah. (Majmu' al Zawaid: 5/21.
Kesimpulannya, berdoa kepada Allah
meminta kebaikan pada kendaraan yang baru dibeli dan dijauhkan dari
keburukan yang ada padanya, itu dibolehkan. Di antaranya dengan doa-doa
di atas, doa keberkahan, dan doa karena ta’ajub melihat keindahan
kendaraan yang dimilikinya. Wallahu A’lam.Copy From :
http://www.voa-islam.com/read/doa/2015/08/11/38530/doa-dan-ruqyah-untuk-mobil-baru/#sthash.UyAoBpmW.dpuf
Friday, 29 April 2016
Tujuan utama ziarah kubur ada dua :
Pertama, tujuan yang manfaatnya kembali kepada orang yang berziarah. Bentuknya mengingatkan orang yang berziarah akan kematian dan kehidupan dunia yang fana. Bekal utama mereka adalah iman dan amal soleh.
Tujuan ini yang sering ditekankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Dalam riwayat lain, beliau bersabda,
Kedua, tujuan yang manfaatnya kembali kepada mayit
Bentuknya adalah salam dari pengunjung dan doa kebaikan untuk mayit, serta seluruh penghuni kubur lainnya. Orang mati yang sudah tidak mampu menambah amal, dia sangat membutuhkan doa orang yang masih hidup.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita doa ketika berziarah kubur. Teks doanya,
WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN
WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”
Hadis ini diajarkan kepada A’isyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca pada saat ziarah kubur.
(HR. Ahmad 25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110, dan yang lainnya).
Bisa juga dengan bacaan yang lebih ringkas,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengunjungi kuburan. Kemudian beliau berdoa,
Imam an-Nawawi (w. 676 H) – salah satu ulama madzhab Syafiiyah – menjelaskan hadis ini, dengan mengatakan,
Dalam
hadis ini terdapat dalil bahwa doa akan sampai pahalanya kepada mayit,
demikian pula sedekah… sedangkan bacaan al-Quran, kemudian pahalanya
dihadiahkan untuk mayit, atau shalat atas nama mayit, atau amal ibadah
lainnya, menurut madzhab Imam as-Syafii dan mayoritas ulama, amalan ini
tidak bisa diberikan kepada mayit. (Syarh Shahih Muslim, 11/85).
Untuk itu, penting dipahami bahwa mendoakan mayit bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Anda tidak perlu bergantung kepada kuburan, ketika hendak mendoakan mayit. Anda bisa doakan keluarga yang telah meninggal, ketika di masjid, seusai shalat tahajud, atau ketika di tempat mustajab pada saat haji atau umrah.
Allah ajarkan prinsip mendoakan saudara kita yang telah meninggal, dalam firman-Nya,
Jika kita renungkan, sejatinya adanya saling mendoakan antara yang hidup dan yang mati, merupakan bagian dari nikmat Allah kepada orang yang beriman. Karena ikatan iman, orang yang masih hidup bisa tetap memberikan doa kepada orang lain, meskipun dia sudah meninggal.
Karena saking sedihnya, sampai beliau bersumpah untuk memohonkan ampunan bagi pamannya,
Karena peristiwa ini, Allah menurunkan teguran kepada beliau,
Nabi Ibrahim pernah mendoakan ayahnya dengan doa ampunan,
Dan doa ini beliau panjatkan sebelum beliau tahu, ayahnya akan mati kafir.
Allahu a’lam
Sumber : https://konsultasisyariah.com/20865-doa-ziarah-kubur.html
Pertama, tujuan yang manfaatnya kembali kepada orang yang berziarah. Bentuknya mengingatkan orang yang berziarah akan kematian dan kehidupan dunia yang fana. Bekal utama mereka adalah iman dan amal soleh.
Tujuan ini yang sering ditekankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمِ الْآخِرَةَ
”Dulu
aku melarang kalian untuk ziarah kubur. Sekarang lakukanlah ziarah
kubur, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan akhirat.” (HR. Ahmad 1236 dan dishahihkan oleh Syuaib al-Arnauth).Dalam riwayat lain, beliau bersabda,
فَزُورُوَا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكّركُمُ الـمَوتَ
“Lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur akan mengingatkan kalian tentang kematian.” (HR. Ibn Hibban 3169 dan sanadnya dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth).Kedua, tujuan yang manfaatnya kembali kepada mayit
Bentuknya adalah salam dari pengunjung dan doa kebaikan untuk mayit, serta seluruh penghuni kubur lainnya. Orang mati yang sudah tidak mampu menambah amal, dia sangat membutuhkan doa orang yang masih hidup.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita doa ketika berziarah kubur. Teks doanya,
السَّلَامُ
عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ،
وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ،
وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا
وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN.WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN
WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”
Hadis ini diajarkan kepada A’isyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca pada saat ziarah kubur.
(HR. Ahmad 25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110, dan yang lainnya).
Bisa juga dengan bacaan yang lebih ringkas,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengunjungi kuburan. Kemudian beliau berdoa,
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
“Keselamatan untuk kalian, wahai penghuni rumah kaum mukiminin. Kami insyaaAllah akan menyusul kalian.” (HR. Muslim 249).Tidak Dianjurkan Membaca al-Quran di Kuburan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا
مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا
مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ
صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seorang manusia mati maka
terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah
atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631).Imam an-Nawawi (w. 676 H) – salah satu ulama madzhab Syafiiyah – menjelaskan hadis ini, dengan mengatakan,
وَفِيهِ
أَنَّ الدُّعَاء يَصِل ثَوَابه إِلَى الْمَيِّت , وَكَذَلِكَ الصَّدَقَة
….وَأَمَّا قِرَاءَة الْقُرْآن وَجَعْل ثَوَابهَا لِلْمَيِّتِ وَالصَّلاة
عَنْهُ وَنَحْوهمَا فَمَذْهَب الشَّافِعِيّ وَالْجُمْهُور أَنَّهَا لا
تَلْحَق الْمَيِّت
Mendoakan Mayit Bisa Dimanapun
Seluruh orang yang telah meninggal, snagat membutuhkan doa baik dari mereka yang hidup, karena mayit tidak lagi mampu beramal.Karena itu, jangan sampai kita memiliki prinsip, hanya mendoakan keluarga yang telah meninggal jika kita ziarah kubur. Padahal, ziarah kubur tidak mungkin bisa sering kita lakukan. Umumnya orang hanya setahun sekali.Untuk itu, penting dipahami bahwa mendoakan mayit bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Anda tidak perlu bergantung kepada kuburan, ketika hendak mendoakan mayit. Anda bisa doakan keluarga yang telah meninggal, ketika di masjid, seusai shalat tahajud, atau ketika di tempat mustajab pada saat haji atau umrah.
Allah ajarkan prinsip mendoakan saudara kita yang telah meninggal, dalam firman-Nya,
وَالَّذِينَ
جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Dan
orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka
berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang
telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan
kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb
Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)Jika kita renungkan, sejatinya adanya saling mendoakan antara yang hidup dan yang mati, merupakan bagian dari nikmat Allah kepada orang yang beriman. Karena ikatan iman, orang yang masih hidup bisa tetap memberikan doa kepada orang lain, meskipun dia sudah meninggal.
Tidak Boleh Mendoakan Orang Kafir yang Meninggal
Ketika Abu Thalib meninggal dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat sedih. Sedih bukan karena ditinggal pamannya, tapi sedih karena sang paman mati dalam keadaan musyrik. Pamannya tidak bersedia mengucapkan laa ilaaha illallah.Karena saking sedihnya, sampai beliau bersumpah untuk memohonkan ampunan bagi pamannya,
وَاللَّهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ
”Demi Allah, aku akan memohonkan ampunan untukmu, selama aku tidak dilarang.” (HR. Bukhari 1360 & Muslim 24).Karena peristiwa ini, Allah menurunkan teguran kepada beliau,
مَا
كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا
لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ
لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ ( ) وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ
إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ
فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ
إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi
dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi
orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum
Kerabat (Nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik
itu adalah penghuni neraka jahanam. ( ) Sementara permintaan ampun dari
Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu
janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas
bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, Maka Ibrahim
berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang
sangat lembut hatinya lagi Penyantun. (QS. At-Taubah: 113 – 114).Nabi Ibrahim pernah mendoakan ayahnya dengan doa ampunan,
سَلَامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا
Berkata
Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan
ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. (QS. Maryam: 47)Dan doa ini beliau panjatkan sebelum beliau tahu, ayahnya akan mati kafir.
Allahu a’lam
Sumber : https://konsultasisyariah.com/20865-doa-ziarah-kubur.html
Monday, 21 March 2016
TATA CARA MANDI
KITAB THAHARAH (BERSUCI)
E. M A N D I
Mandi adalah menyiramkan air ke seluruh permukaan tubuh dengan niat. Yang dimaksud dengan mandi dalam pembahasan ini adalah mandi ibadah, baik mandi yang bersifat wajib –seperti mandi karena junub– maupun sunah –seperti mandi untuk shalat Jum’at–.
Mandi adalah perbuatan yang disyariatkan baik untuk ibadah maupun bukan ibadah berdasarkan Alquran dan hadits. Adapun Alquran:
وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
“Dan jika kamu junub maka bersucilah (mandilah).” (Al-Mâidah: 6).Rasulullah SAW bersabda:
حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِيْ كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْماً، يَغْسِلُ فِيْهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ
“Sepantasnya bagi setiap muslim untuk mandi pada satu hari dalam
tujuh hari. Ia membasuh di dalamnya kepala dan badannya.” (HR. Bukhari
dan Muslim).a. Rukun Mandi
Mandi memiliki dua rukun, yaitu berniat melaksanakan mandi wajib dan menyiramkan air ke seluruh tubuh secara merata.
1. Niat dilakukan bersamaan dengan menyiramkan air pertama kali ke atas tubuh. Nabi SAW bersabda:
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).Niat yang dihadirkan adalah untuk menghilangkan hadas besar, seperti dengan menyatakan dalam hati: (نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلأَكْبَرِ) “aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar.”
2. Menyiramkan air ke seluruh permukaan tubuh bagian luar. Aisyah RA berkata: “Nabi SAW jika mandi junub maka akan memulai dengan mencuci kedua tangannya. Lalu beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Lalu memasukkan tangannya ke air dan menyela-nyela rambutnya dengan itu. Lalu mengucurkan air ke atas kepalanya tiga kali. Lalu menyiramkan air ke seluruh permukaan kulitnya.” (HR. Bukhari).
b. Sunah Mandi
Perbuatan-perbuatan yang disunahkan dalam mandi berjumlah banyak. Sebagian besar memiliki kesamaan dengan perbuatan yang disunahkan dalam berwudhu karena keduanya memiliki kesamaan sebagai sarana dalam bersuci. Diantara sunah mandi tersebut adalah:
1. Menghilangkan kotoran dari seluruh tubuh. Maimunah RA menceritakan tentang mandi Rasulullah SAW: “Lalu beliau menuangkan air ke tangan kiri dan membersihkan kemaluannya.”
2. Buang air kecil jika mandinya disebabkan keluar air mani agar sisa air mani yang mungkin tertinggal pada kemaluan dapat ikut keluar.
3. Menghadap kiblat.
4. Mandi sambil berdiri.
5. Membaca basmalah dan berniat melaksanakan sunah mandi.
6. Bersiwak atau membersihkan gigi.
7. Mencuci kedua telapak tangan.
8. Berkumur dan membersihkan hidung.
9. Berwudhu, baik sebelum mandi, setelahnya atau di tengah-tengahnya.
10. Mencermati anggota tubuh yang mungkin tidak terkena air karena keabsahan mandi tergantung sampainya air ke seluruh permukaan tubuh.
11. Menyela-nyela rambut.
12. Menggosok tubuh.
13. Memulai dari sebelah kanan.
14. Menigakalikan siraman.
15. Muwalah, yaitu tidak membiarkan bagian tubuh kering sebelum tubuh yang lain terkena air.
16. Menutup bagian aurat besar (kedua kemaluan).
c. Tatacara Mandi
Berikut tatacara mandi yang disunahkan:
1. Bersihkan badan dari seluruh kotoran, baik najis ataupun lainnya, seperti air mani, air kencing, dan lain sebagainya.
2. Berniat melakukan sunah mandi, lalu menghadap kiblat, mengucapkan basmalah, bersiwak atau membersihkan gigi, mencuci kedua tangan, berkumur dan membersihkan hidung masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali.
3. Membersihakn kedua kemaluan dan sekitarnya dengan berniat menghilangkan hadas besar atau dengan niat mandi sunah (sesuai jenis mandi yang dilakukan).
4. Berwudhu secara sempurna dengan semua sunah-sunahnya. Untuk niat wudhu ini, jika ia berhadas kecil maka berniat menghilangkan hadas kecil, tapi jika tidak berhadas kecil maka berniat melaksanakan sunah mandi.
5. Menyiramkan air ke atas kepalanya sambil berniat melaksanakan mandi wajib atau mandi sunah.
6. Menyiramkan air ke sebelah kanan tubuhnya pada bagian depan, lalu ke bagian belakang. Lalu menyiramkan air ke sebelah kiri bagian depan lalu bagian belakang.
7. Memastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh bagian luar dengan mencermati bagian tubuh yang mungkin tidak terkena air, seperti ketiak, sela-sela jari, selangkangan, ujung mata, rongga dan daun telinga, serta lipatan tubuh.
d. Mandi-mandi Sunah
Terdapat berbagai jenis mandi-mandi sunah, diantaranya adalah:
1. Mandi Jum’at. Ini adalah mandi sunah yang terbaik. Waktunya dimulai sejak terbit fajar pada hari Jum’at. Dianjurkan untuk mengakhirkan mandi Jum’at hingga sebelum berangkat ke masjid.
Nabi SAW bersabda tentang hari Jum’at:
لَوْ أَنَّكُمْ تَطَهَّرْتُمْ لِيَوْمِكُمْ هَذَا
“Hendaklah kalian bersuci (mandi) untuk hari kalian ini.” (HR. Bukhari dan Mulsim).2. Mandi hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Muwatha’ dari Ibnu Umar RA bahwa beliau melakukan mandi sebelum pergi melaksanakan shalat Ied. Waktunya dimulai sejak pertengahan malam hari raya dan berakhir ketika terbenam matahari. Mandi ini dianjurkan karena keberadaan hari raya, bukan karena akan menghadiri shalat Ied, sehingga dianjurkan untuk semua orang meskipun ia tidak pergi melaksanakan shalat Ied seperti wanita haid dan anak yang telah mumayiz.
3. Mandi bagi orang yang memandikan mayit. Dilakukan setelah seseorang memandikan mayit, meskipun mayit orang kafir. Waktunya dimulai sejak selesai memandikan mayit dan berakhir ketika tidak ada keinginan mandi. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ غَسَّلَ مَيْتاً فَلْيَغْتَسِلْ
“Barang siapa yang memandikan mayit maka hendaklah mandi.” (HR. Ibnu Majah).Dalam riwayat lain:
مِنْ غُسْلِهِ الْغُسْلُ وَمِنْ حَمْلِهِ الْوُضُوءُ
“Hendaklah mandi karena memandikan mayit, dan hendaklah wudhu karena membawanya.” (HR. Tirmidzi).4. Mandi shalat Istisqa (meminta hujan), karena ini adalah shalat yang dianjurkan untuk berkumpul sehingga dianjurkan untuk mandi seperti shalat Jum’at. Jika shalat ini dilakukan sendiri maka waktu mandi dimulai sejak akan melaksanakan shalat, tapi jika dilakukan secara berjamaah maka ketika orang-orang sudah mulai berkumpul. Waktunya berakhir dengan berakhirnya shalat.
5. Mandi shalat kusuf dan khusuf (gerhana matahari dan bulan), karena dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah. Waktunya dimulai ketika sudah mulai berubah dan berakhir dengan berakhirnya shalat.
6. Mandi orang yang baru masuk Islam. Jika orang yang baru masuk Islam tersebut tidak pernah junub ketika kafir, tetapi jika pernah junub maka hukumnya wajib. Diriwayatkan oleh Qais bin Ashim berkata: “Aku datang kepada Nabi SAW untuk masuk Islam maka beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air dan daun bidara.” (HR. Abu Daud).
7. Mandi setelah sadar dari pingsan atau gila. Sebagaimana yang diceritakan oleh Aisyah RA: “Rasulullah SAW dalam keadaan sangat berat dalam sakitnya. Beliau berkata: “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab: “Belum. Mereka menunggumu, ya Rasulullah.” Beliau berkata: “Letakkan air di bejana.” Kami pun menuruti. Beliau mandi lalu berdiri untuk pergi dengan susah payah. Beliau pun pingsan. Ketika sadar kembali beliau berkata: “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab: “Belum. Mereka menunggumu, ya Rasulullah.” Beliau berkata: “Letakkan air di bejana.” Kami pun menuruti. Beliau mandi lalu berdiri untuk pergi dengan susah payah. Beliau pun pingsan. Ketika sadar kembali beliau berkata: “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab: “Belum. Mereka menunggumu, ya Rasulullah.” Lalu beliau mengutus Abu Bakar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
8. Mandi setelah melakukan bekam. Aisyah RA berkata: “Nabi SAW mandi karena empat perkara: junub, hari Jum’at, selesai berbekam dan memandikan mayit.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).
9. Mandi untuk masuk masjid.
10. Mandi pada setiap malam bulan Ramadhan. Dimulai sejak magrib agar tubuhnya lebih segar bugar.
11. Mandi dalam haji dan umrah. Seperti mandi untuk ihram, ketika akan masuk kota Mekah, akan melaksanakan wukuf di Arafah, akan thawaf dan melempar jumrah. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa beliau melaksanakan mandi sebelum ihram, sebelum masuk Mekah dan pada malam Arafah untuk wukuf (HR. Malik).
12. Mandi untuk masuk ke kota Madinah.
13. Mandi karena akan menghadiri suatu acara yang dihadiri banyak kaum muslimin.
wallahu a’lam.
Terima Kasih Ust.Ahmad Ghozali Assegaf Atas Kajiannya Semoga Dapat Memberikan Ilmu Yg Bermanfaat Bagi Banyak Orang,Semoga Selalu Di berikan Umur Yg Panjang Amiin..
http://ahmadghozali.com
Tuesday, 15 March 2016
TATA CARA BERWUDHU
KITAB THAHARAH (BERSUCI)
D. W U D H U
Secara bahasa wudhu berarti indah. Wudhu adalah membasuh atau mengusap air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu.
Wudhu disyariatkan berdasarkan Alquran dan hadits. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا
قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى
الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى
الْكَعْبَيْنِ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan
shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan
sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”
(Al-Mâidah: 6).Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Humron bahwa Utsman bin Affan RA memintanya mengambilkan air untuk wudhu. Lalu beliau membasuh (mencuci) kedua telapak tangannya tiga kali. Lalu berkumur, menghirup air (istinsyaq) dan membuangnya. Lalu membasuh wajahnya tiga kali. Lalu membasuh tangan kanannya hingga siku-siku tiga kali, lalu tangan kiri seperti itu juga. Lalu mengusap kepalanya. Lalu membasuh kaki kanannya hingga kedua mata kaki tiga kali, lalu kaki kiri seperti itu juga. Lalu Utsman berkata: “Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini.”
a. Syarat-syarat Wudhu
Terdapat beberapa syarat agar wudhu menjadi sah, yaitu:
1. Islam.
2. Mumayiz, yaitu seorang anak yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Sejumlah ulama membatasinya dengan umur yaitu tujuh tahun.
3. Suci dari haid dan nifas.
4. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai pada kulit, seperti benda berbahan plastik, cat, lilin dan minyak. Begitu pula kotoran kuku dan mata yang dianggap menghalangi sampainya air ke permukaan kulit.
5. Bebas dari najis aini (yang memiliki rasa, bau atau warna).
6. Berwudhu dengan air yang suci dan mensucikan.
7. Tidak ada sesuatu yang dapat merubah sifat air, seperti sabun atau tinta.
8. Mengalirnya air secara alami ke anggota wudhu selain rambut (kepala), sehingga tidak cukup dengan kain basah atau batu es.
9. Telah masuk waktu dan dilakukan secara muwalah (tidak terputus) bagi orang yang memiliki gangguan beser dan perempuan yang kedatangan darah penyakit (istihadhah).
b. Rukun wudhu
Wudhu memiliki enam rukun. Empat rukun ditetapkan berdasarkan ayat wudhu (surah Al-Mâidah ayat 6) dan dua rukun (yaitu niat dan tertib) didasarkan pada hadits-hadits Nabi SAW. Keenam rukun tersebut yaitu:
1. Niat. Nabi SAW bersabda:
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).Niat dilakukan bersamaan dengan membasuh bagian pertama dari wudhu yaitu wajah. Niat yang diperhitungkan adalah yang dihadirkan dalam hati. Pelafalan niat dengan lisan tidak dianggap sebagai niat tapi melakukannya adalah sunah (dianjurkan). Niat boleh dengan bahasa selain Arab.
Contoh niat wudhu: ( نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلأَصْغَرِ لِلهِ تَعَالَى ) “Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta’ala.”
2. Membasuh wajah. Yang dimaksud membasuh atau mencuci adalah mengalirkan air pada permukaan kulit sehingga tidak cukup sekedar mengelap wajah dengan kain basah atau tangan basah. Batas wajah adalah dari tempat tumbuhnya rambut di bagian ubun-ubun kepala hingga tempat tumbuhnya jenggot di bagian dagu, dan dari batas telinga kanan hingga telinga kiri.
3. Membasuh kedua tangan hingga siku.
4. Mengusap rambut atau kulit kepala. Yang dimaksud mengusap adalah membasahi (mengelap) dengan sisa air yang ada di tangan. Rambut yang boleh diusap adalah yang tidak keluar dari batas kepala jika diulur ke bawah.
5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
6. Maksudnya melakukan rukun-rukun diatas secara berurutan dari awal hingga akhir berdasarkan berbagai dalil baik Alquran maupun hadits serta perbuatan Nabi SAW yang selalu melaksanakan wudhu secara berurutan.
c. Sunah wudhu
- Pertama: Sunah wudhu secara umum:
2. Duduk untuk menghindari cipratan air mustakmal (bekas wudhu) karena dianggap air kotor meskipun suci dan karena sebagian ulama menganggapnya najis.
3. Tidak berbicara.
4. Memulai dari anggota sebelah kanan, berdasarkan hadits:
إِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَؤُوْا بِمَيَامِنِكُمْ
“Jika kalian berwudhu maka mulailah dari bagian kanan.” (HR. Ibnu Majah).5. Menggosok permukaan kulit, sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Zaid bahwa Nabi SAW menggosok kulitnya dalam wudhu (HR. Ahmad).
6. Menigakalikan dalam membasuh dan mengusap, sebagaimana hadits Utsman yang menceritakan tatacara wudhu Nabi SAW (HR. Bukhari dan Muslim).
7. Tidak membasuh atau mengusap lebih dari tiga kali. Berdasarkan sabda Nabi SAW setelah beliau berwudhu dengan menigakalikan basuhan:
هَكَذَا الْوُضُوْءُ فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا أَوْ نَقَصَ فَقَدْ أَسَاءَ وَظَلَمَ
“Begitulah wudhu. Maka barang siapa menambah dari ini atau
menguranginya maka sungguh ia berlaku buruk dan zalim.” (HR. Abu Daud).8. Muwalah, yaitu melakukan wudhu secara berkelanjutan sehingga anggota wudhu pertama tidak kering ketika membasuh anggota yang kedua. Ini didasarkan atas perbuatan Nabi SAW yang selalu menyelesaikan wudhu tanpa ditunda.
9. Hemat dalam menggunakan air. Karena berlebih-lebihan adalah hal yang dilarang. Nabi SAW juga bersabda:
إِنَّهُ سَيَكُوْنُ فِيْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُوْنَ فِي الطَّهُوْرِ وَالدُّعَاءِ
“Sungguh akan ada di umat ini orang-orang yang berlebihan dalam bersuci dan doa.” (HR. Abu Daud).10. Tidak meminta bantuan dalam berwudhu karena dapat menghilangkan kerendahan diri dan menimbulkan kesombongan. Ibnu Abbas RA berkata: “Rasulullah SAW tidak menyerahkan urusan wudhunya kepada orang lain. Tidak pula dalam urusan sedekah yang beliau akan berikan kepada orang lain. Beliau sendiri yang melakukan itu semua.” (HR. Ibnu Majah).
11. Tidak mengibaskan anggota wudhu sehingga air yang ada padanya menjadi hilang atau kering. Karena tindakan itu seperti menunjukkan ketidaknyamanan dengan ibadah. Dan setiap tetes air di tubuh orang yang berwudhu akan mengurangi dosa-dosa yang ada padanya hingga tetes terakhir.
12. Tidak mengeringkan air pada anggota wudhu dengan kain kecuali darurat. Diriwayatkan bahwa Maimunah RA –isteri Nabi SAW—memberikan handuk kepada beliau setelah mandi tetapi beliau tidak mengambilnya dan mengurangi air dengan tangannya. (HR. Bukhari dan Muslim).
- Kedua: Sunah wudhu sebelum membasuh wajah.
2. Membaca basmalah dan ta’awudz. Karena anjuran membaca basmalah dalam setiap perbuatan baik. Dan diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:
تَوَضَّؤُوْا بِسْمِ اللهِ
“Berwudhulah dengan menyebut nama Allah.” (HR. Nasa`i).3. Bersiwak atau membersihkan gigi. Rasulullah SAW bersabda:
لَوْ لاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوْءٍ
“Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap wudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).4. Membasuh kedua telapak tangan hingga pergelangan. Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid RA ketika ditanya tentang tata cara wudhu Nabi SAW. Maka beliau meminta diambilkan bejana air lalu berwudhu seperti wudhunya Nabi SAW. Beliau menuangkan air ke telapak tangannya dari bejana dan mencucinya tiga kali. Lalu memasukkan tangannya dalam bejana itu. (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Berkumur-kumur.
6. Membersihkan lubang hidung, yaitu dengan menghirup air dan mengeluarkannya kembali. Dalam hadits Abdullah bin Zaid RA yang menyontohkan wudhu Nabi SAW: Lalu berkumur, menghirup air dan mengeluarkannya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim).
Sangat dianjurkan untuk berlebih-lebihan dalam berkumur dan membersihkan hidung kecuali jika sedang berpuasa. Nabi SAW bersabda:
وَبَالِغْ فِي اْلاسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِماً
“Dan berlebihanlah dalam menghirup air kecuali jika berpuasa.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa`i dan Ibnu Majah).- Ketiga: Sunah wudhu ketika membasuh wajah.
2. Memulai membasuh wajah dari bagian atas.
3. Mengambil air dengan kedua telapak tangan.
4. Memperhatikan bagian ujung mata yang berada di dekat hidung.
5. Menyela-nyela jenggot dan jambang yang lebat. Berdasarkan hadits Anas RA bahwa Rasulullah SAW jika berwudhu akan mengambil air dengan telapaknya dan meletakkan di bawah mulutnya lalu beliau menyela-nyela jenggotnya. Lalu beliau bersabda: “Beginilah aku diperitah oleh Tuhanku.” (HR. Abu Daud).
6. Melebihkan basuhan dari batas wajah. Juga bagian lain dari anggota wudhu. Nabi SAW bersabda:
إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ فَمَنْ
اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ
“Sesungguhnya umatku akan dipanggil dalam keadaan bersinar (wajah,
tangan dan kakinya) karena bekas wudhu. Maka barang siapa diantara
kalian yang dapat untuk melebihkan basuhannya maka lakukanlah.” (HR.
Bukhari dan Muslim).7. Tidak memukulkan air ke wajah.
- Keempat: Sunah wudhu ketika membasuh kedua tangan.
2. Menyela-nyela jari-jemari. Berdasarkan perintah Nabi SAW:
وَخَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ
“Dan sela-selailah jari-jemari.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa`i dan Ibnu Majah).3. Melebihkan basuhan dari batas tangan.
4. Menggerakkan cincin sehingga air benar-benar mengenai kulit di bawah cincin.
- Kelima: Sunah wudhu ketika mengusap rambut atau kepala.
Hal ini sebagaimana perkataan Abdullah bin Zaid RA: “Bahwa Rasulullah SAW mengusap kepalanya dengan kedua tangan maju dan mundur. Beliau memulai dari bagian depan kepala dan digeser hingga tengkuknya. Lalu beliau kembalikan ke tempat semula.” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Membasuh kedua telinga setelah membasuh rambut atau kepala. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA ia berkata: “Nabi SAW membasuh kepalanya dan kedua telinganya bagian dalam luar dan dalam.” (HR. Tirmidzi).
- Keenam: Sunah wudhu ketika membasuh kedua kaki.
2 Melebihkan basuhan dari batas mata kaki.
3. Berlebihan dalam membasuh tumit. Nabi SAW bersabda:
وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ
“Celakalah tumit-tumit (yang tidak terbasuh) dalam neraka.”4. Menyela-nyela jari kaki.
- Ketujuh: Sunah wudhu setelah selesai berwudhu.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ
مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa tidak
sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan
rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang
yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang
yang mensucikan.”2. Melaksanakan shalat dua rakaat wudhu. Dianjurkan membaca surah al-Kaafiruun pada rakaat pertama dan surah al-Ikhlaash pada rakaat kedua. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ
وُضُوْءَهُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا
بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
“Tiada seorang muslim yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya lalu
ia melaksanakan shalat dua rakaat dengan penuh kekhusyukan dengan wajah
dan hatinya kecuali ia pasti mendapatkan surga.” (HR. Muslim).Wallahu A’lam.
Thanks To Al Ustadz Ahmad Ghozali Assegaf
http://ahmadghozali.com/196-2/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=facebook
Wednesday, 10 February 2016
Renungan Diri
Kawan...
Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama.
Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, keduanya sama2 dapat membantumu membawa sebagian barang/uang.
Waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m2 atau 5.000 m2, kesepian yg kita alami tetaplah sama.
Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh.
Kawan..
Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi.
Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama...
Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka- itulah kebahagiaan sesungguhnya.
Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup :
1. Jangan mendidik anak mu untuk terobsesi menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya.
2. Kata2 yg terbaik di Inggris :
"Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat2an sebagai
makanan."
3. Seseorang yg mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu karena walaupun ada 100 alasan untuk menyerah, dia akan menemukan 1 alasan untuk bertahan.
4. Banyak sekali perbedaan antara "manusia & menjadi manusia"
Hanya yg bijak yang mengerti tentang itu.
5. Hidup itu antara
"B" birth (lahir) dan "D" death (mati),
diantara nya adalah ada "C" choice (pilihan) hidup yang kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita.
Kawan...
Jika kamu mau berjalan cepat, Jalanlah sendirian. Tetapi Jika kamu ingin berjalan jauh, jalanlah bersama sama.
6. Ada 6 dokter terbaik,
1. Keluarga
2. Istirahat
3. Olah raga
4. Makan yg sehat
5. Teman
6. Tertawa
Mari pelihara semua itu dalam semua tingkatan kehidupan & nikmatnya..!
Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, kedua jam itu menunjukkan waktu yg sama.
Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, keduanya sama2 dapat membantumu membawa sebagian barang/uang.
Waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m2 atau 5.000 m2, kesepian yg kita alami tetaplah sama.
Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh.
Kawan..
Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi.
Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama...
Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka- itulah kebahagiaan sesungguhnya.
Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup :
1. Jangan mendidik anak mu untuk terobsesi menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya.
2. Kata2 yg terbaik di Inggris :
"Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat2an sebagai
makanan."
3. Seseorang yg mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu karena walaupun ada 100 alasan untuk menyerah, dia akan menemukan 1 alasan untuk bertahan.
4. Banyak sekali perbedaan antara "manusia & menjadi manusia"
Hanya yg bijak yang mengerti tentang itu.
5. Hidup itu antara
"B" birth (lahir) dan "D" death (mati),
diantara nya adalah ada "C" choice (pilihan) hidup yang kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita.
Kawan...
Jika kamu mau berjalan cepat, Jalanlah sendirian. Tetapi Jika kamu ingin berjalan jauh, jalanlah bersama sama.
6. Ada 6 dokter terbaik,
1. Keluarga
2. Istirahat
3. Olah raga
4. Makan yg sehat
5. Teman
6. Tertawa
Mari pelihara semua itu dalam semua tingkatan kehidupan & nikmatnya..!
Friday, 9 October 2015
Copas Dari GERAKAN ANTI SYIAH INDONEISA
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=833042113477287&id=497022233745945&substory_index=0
SUNGGUH Banyak Umat Islam yang Awwam Tertipu dgn SYI'AH
.
Inilah Tokoh Filsafat Syi'ah, Pemikir Berbahaya,ajarannya KAFIR.
Para Ulama Ahlu Sunnah telah mengingatkan akan Bahaya Pemikiran mereka. Contoh : IBNU SINA, ternyata dia SYI'AH ..!!! Berikut penjelasannya :
.
WASPADALAH Jika membaca Buku-buku hasil Pemikiran para Tokoh Filsuf (Filosofi / Filsafat) , yang sebagian dari Mereka adalah juga berasal dari GOLONGAN : SUFI / Tasawuf.
.
Di-antara Tokoh-tokoh ini adalah kaum yang berasal dari Negeri MAJUSI PERSIA (IRAN dan IRAK).
.
Contoh : IBNU SINA (Avicena).
.
Seorang Tokoh yang selama ini Di Puja-puji oleh Orientalis Barat,..Namun sesungguhnya justru Pemikirannya menghina ALLAH & RASUL.
.
Maka Para Alim Ulama terdahulu telah mem-Vonis-nya : KAFIR !
.
Pernah dalam Majalah Al-Muslimun nomor 247 dimuat resensi buku yaitu “Ibnu Sina sosok Ilmuwan Muslim”.
.
Rupanya Penulis resensi buku itu tidak mengerti tentang siapa sebenarnya Sosok Ibnu Sina...?
.
Kalau kita ingin menulis makalah tentang syakhshiyyah (pribadi seseorang) lebih dahulu kita harus merujuk kitab-kitab yang dikarang oleh Ulama-ulama Islam yang terdahulu yang masyhur, apa kata mereka tentang pribadi seseorang, baru kita pakai sebagai penguat itu ialah ucapan pam ulama yang belakangan. Kita lebih percaya kepada para Salafush-shalih dan orang yang mengikuti jejak mereka ketimbang ulama yang belakangan yang telah banyak menyimpang dari Manhaj mereka.
.
Para penulis yang memuji Ibnu Sina kebanyakan dari ahli filsafat dan Orientalist serta para ahli kedokteran, oleh karena itu semua buku yang menulis tentang Ibnu Sina selalu mereka merujuk kepada buku-buku Orientalist dan ahli filsafat. Mereka memuji Ibnu Sina karena kekaguman mereka terhadap karya-karyanya, di antara bukunya yang terkenal ialah “al-Qa-nuun fit-Thibb”(Canon of Medicine / Konstitusi ilmu kedokteran).
.
Buku-buku hasil pemikiran Ibnu Sina Lainnya adalah :
.
-Qanun fi Thib (Canon of Medicine) (Terjemahan bebas : Aturan Pengobatan)
-Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
-An Najat
-Mantiq Al Masyriqin (Logika Timur)
.
Selain karya filsafatnya tersebut, Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan syair. Beberapa esainya yang terkenal adalah :
-Hayy ibn Yaqzhan
-Risalah Ath-Thair
-Risalah fi Sirr Al-Qadar
-Risalah fi Al- 'Isyq
-Tahshil As-Sa'adah.
.
Dan beberapa Puisi terpentingnya yaitu :
-Al-Urjuzah fi Ath-Thibb
-Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah
-Al-Qasidah Al- 'Ainiyyah
.
Namun Kita harus ingat, bahwa pujian yang mereka (kaum Orientalis barat) lontarkan tentunya mempunyai tujuan untuk merusak Islam, karena Ibnu Sina seorang ahli filsafat di samping ia ahli kedokteran dan buku-bukunya tentang filsafat sudah beredar di mana-mana. Dengan pujian dan menganggap ia sebagai seorang “Muslim” membuat kaum Muslimin berusaha membaca karya-karanya tentang filsafat yang isinya adalah racun bagi ummat Islam, sesat dan menyesatkan.
.
IBNU SINA BIOGRAFI DAN AQIDAHNYA.
.
Ibnu Sina (Avicenna) lahir pada bulan Shafar lahun 370 Hijriyyah / 980 M wafat tahun 1037 M. Tokoh Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran). Sejak masa remaja ia sudah kagum dcngan ilmu filsafat, ia banyak mengambil ilmu filsafat dari Ariestoteles. Filsafat ini dikembangkan oleh Ibnu Sina.
.
Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu". Karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).
.
Filsafat yang dianut olch Ariestoteles dan Ibnu Sina menurut ahli filsafat merupakan filsafat yang sangat-sangat aneh, karena keduanya berpendapat bahwa alam ini ada sebelum adanya (Allah), sedangkan para filosof sebelumnya berkata Bahwa alam ini baru (diciptakan), dan penciptanya ada. (kitab Ighatsatul-Lahafan hal: 257).
.
Ariestoteles dan lbnu Sina berpendapat bahwa Allah Subhana wa Ta’ala tidak mempunyai kekuasaan apa-apa dan tidak mengetahui sesuatu dan keduanya tidak beriman kepada Malaikat.
.
Malaikat menurut mereka adalah 'khayalan' para Nabi yang berupa cahaya.
.
Malaikat tidak bergerak, tidak naik, tidak turun, tidak berbicara, tidak menulis amal-amal hamba, tidak berpindah-pindah, tidak shalat, tidak rnencabut nyawa, tidak menulis rezeki, ajal dan amal, tidak ada di kanan dan di kiri manusia dll.
.
Semua ini menurut Ibnu Sina tidak ada hakikatnya.
(Kitab lghatsatul-Lahafan II : 261)
.
Mereka tidak percaya kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah Subhana wa Ta’ala melalui Malaikat, karena dia tidak bisa berkata apa-apa dan tidak akan berkata dan Malaikat tidak boleh berkata-kata. (ibid : 262).
.
KEYAKINAN IBNU SINA YANG SESAT TENTANG NABI DAN RASUL.
.
Rasul-Rasul dan Nabi-nabi menurut Ibnu Sina adalah bualan semata dan bukan utusan dari Allah Subhana wa Ta’ala. Para Nabi dan Rasul mempunyai 3 karakteristik, jika hal ini ada maka ia (menurut dia Ibnu Sina) Nabi :
.
1. Kekuatan menduga (mengetahui perkara berdasarkan perkiraan) hingga ia tahu dengan cepat batas pertengahan dari Sesuatu.
.
2. Kekuatan mengkhayal, seperti para Nabi mengkhayalkan bentuk cahaya serta cahaya itu dapat bercakap dengan dia dan ia dapat mendengar (cahaya yang dimaksud ialah Malaikat).
.
3. Kekuatan untuk mempengaruhi orang, dan ini dilakukan semata-mata dengan jiwa.
.
Semua ini bisa dilakukan dengan usaha.
.
Ibnu Sina berkata : “..Filsafat itu merupakan kenabian khusus, adapun kenabian adalah merupakan filsafat umum...”
.
(Kitab lghatsatul Lahafan min Mashayidis Syaithan II hal: 262 oleh Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tahqiq Muhammad Hamid al-Faqiy cet. Darul Ma’rifah-Beirut ; dan Kitab al’Aqa-’id al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha hal : 247-248 oleh Dr. Shabir Tha’iimah cet. Maktabah ats-Tsaqafiyyah-Beirut).
.
PANDANGAN IBNU SINA TENTANG HARI KIAMAT :
.
Menurut pemikiran lbnu Sina dalam bukunya “ar-Risalah al-Adhhawiyyah fi Amril Ma’ad” (cet. Darul Fikr al-’Arabiy-Kairo th. 1368 H / 1949 M) ia berkeyakinan tidak beriman kepada pecahnya langit, berhamburannya bintang-bintang, bangkitnya manusia dengan jasadnya, dan tidak percaya bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mengadakan alam ini dari tidak ada menjadi ada. Ia berkeyakinan alam ini Azaliy .--(kitab Dar’u Ta’arudhui ‘Aql wan Naql V:10 oleh Sayikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim cet. I th.1401 H / 1981 M ; kitab Ighatsatul Lahafan II hal. 262).
.
IBNU SINA ADALAH PENGIKUT ALIRAN SYI’AH SEKTE QARAMITHAH BATHINIYYAH
.
Ibnu Sina pernah memberitahukan tentang dirinya :
.
"..Aku dan Ayahku mengikuti ajaran al-Hakim (1) (kitab Ighatsatul-Lahafan 11 : 266) Dengan begitu jelaslah bahwa Ibnu Sina termasuk Sekte Qaramithah Bathiniyyah (2) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Dr. Rasyad Salim, Muhammad ilamid al-Faqiy dan Dr. Shabir Tha’iimah.
.
(1). Al-Hakim adalah Manshur bin al’Aziz Billa Nizar bin al-Mu’iz-Billa al-’Abidiy Sulthan ke III, Kesultanan Syi’ah Fathimiyyah (Dibunuh oleh Sulthan Mahmud Al-Ghazi As-Saljuqi At-Turkey Rahimahullah dari Daulah As-Salajiqah pada Tahun 386 H / 996 M), khalifah Pendusta dan Jahat yang pernah menguasai seluruh wilayah Afrika Utara.
.
Ia mendakwakan dirinya sebagai Tuhan, ia banyak membunuh para ulama (tidak dapat dihitung bilangan ulama yang terbunuh, karena hanyaknya).
.
Ia menulis di Masjid-masjid Jami’ caci makian terhadap Sahabat Nabi : yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, ‘Aisyah dan para shahabat lainnya. Dia-lah sekarang yang dijadikan sesembahan oleh kelompok Druzz di Libanon dan sekte Isma’iliyyah di India. (kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleh Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal : 266).
.
(2). Dinisbatkan kepada Hamdan bin al-Ash’ats, dikenal dengan Qurmuth karena ia orangnya pendek / jadi, pendek langkahnya (qurmuth). Ia seorang pembajak tanah di Kufah (Irak). Ia termasuk kelompok Kebathinan, mereka mengaku bahwa mereka orang Syi’ah, mereka adalah Atheis dan Zindiq (orang yang pura-pura Islam). Pada Tahun 286 H mereka mulai menampakkan da’wahnya (kepada kesesatan) melalui Sa’id al-Hasan bin Bahram al-Janabiy setelah ia mengikuti ajaran Syi'ah Qaramithah.
.
Kemudian da’wah Qaramithah ini berkembang dan banyaklah orang-orang jahat yang mengikutinya. Mereka pernah memasuki kota Makkah pada hari Tarwiyah tgl 8 Dzulhijjah th 317 H.
.
Lalu Mereka membunuh jama’ah hajji yang sedang Thawaf (mengelilingi Ka’bah) mereka mencabut pintu Ka’bah dan Kiswahnya, dan orang-orang yang dibunuh di-masukkan ke Sumur Zamzam.
.
Mereka mencopot Hajar Aswad dan mereka bawa ke Qothief dan tinggal di sana kurang- lebih selama 22 tahun.
.
Setelah Dunia Islam panik dengan kejahatan kaum Qaramithah, hingga Khalifah Abbasiyyah al-Muthi’ Billah al-Fadhl Bin al-Muqtadir Rahimahullah mengembalikan Hajar Aswad ketempatnya.
.
Sebenarnya sebelum itu juga mereka telah membunuh orang-orang yang ingin melaksanakan ibadah hajji dan menawan wanita-wanitanya.
(kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleb Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal: 248 dan al-’Aqa-id al-Bathiniyyah oleh Dr. Shabir Tha’imah hal : 221 s/d 236)
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : “Semua kelompok Qaramithah LEBIH KUFUR dari Yahudi dan Nasrani bahkan lebih kufur dari kebanyakan kaum Musyrikin, karena mereka lebih berbahaya dari kafir harbiy, mereka berpura-pura mencintai Ahul Bait padahal pada hakikatnya mereka tidak beriman kepada Allah, Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, tidak beriman kepada perintah, larangan, ganjaran dan siksa.
.
Dan mereka tidak beriman kepada Surga dan Neraka dan tidak juga beriman kepada seorangpun dari para Rasul sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. mereka mengambil dalil al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah dari Ulama kaum Muslimin tetapi mereka ta’wilkan dan mereka mengada-adakan dusta serta menda’wakan bahwa yang demikian itu adalah ilmu Bathin.”
(kitab Fatawa Syaikhul Islam Jiid 35 halaman : 149-150)
.
BEBERAPA BANTAHAN PARA ULAMA ALHU SUNNAH TERHADAP BUKU-BUKU KARYA IBNU SINA :
.
1. Syaikh Muhammad asy-Syahrastani rahimahullah (lahir th 479 H wafat th 548 H), ia mengarang satu buku yang berjudul “al-Mushara’ah” [Buku yang ditulis oleh Imam Syahrastani adalah penyempurnaan dari buku Imarn Shadaruddin Asy-Syairazy rahimahullah, yang sebenarnya buku ini dibantah lagi oleh Ibnu Sina di saat Syairazy masih hidup, dua buku ini sudah dibaca oleh Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah. (kitab Al-Milal wan Nihal dan al-Ighatsah)].
.
Isi buku itu membantah keyakinan Ibnu Sina yang menyatakan bahwa alam ini terdahulu, keyakinan dia tentang tidak adanya Hari Kiamat (dibangkitkan dengan jasad) serta ia berkeyakinan Allah tidak mempunyai ilmu dan kekuasaan. Beliau (Imam Muhammad asy-Syahrastani rahimahullah) menjelaskan bahwa keyakinan Ibnu Sina itu BATHIL. Tetapi Ibnu Sina tidak mau rujuk kepada kebenaran, bahkan ia menentang dan membantah buku Imam asy-Syairazy rahimahullah itu dengan mengarang satu buku yang berjudul “Mushara’atul Mushara’ah”, Di kitab itu Ibnu Sina menyatakan :
.
“Bahwasanya Allah tidak menciptakan langit dan Bumi dalam 6 (enam) hari, Allah tidak mengetahui sesuatu apapun, Allah tidak berbuat sesuatu dengan Qudrat dan Ikhtiyarnya dan Allah tidak membangkitkan manusia dari Kuburnya.”
(kitab Ighatsatul lahafan II hal. 266)
.
Setelah membawakan pendapat Imam asy-Syahrastani rahimahullah yang menyatakan ajaran Ibnu Sina itu Bathil, Imam lbnul Qayyim rahimahullah berkata :
.
“Kesimpulannya Ibnu Sina itu Seorang ATHEIS, Yang KUFUR KEPADA ALLAH,kepada para MalaikatNya, Kufur kepada Kitab-kitab Nya, Kufur kepada Rasul-Rasul Nya dan Kufur kepada hari Kiamat.”(kitab Ighatsatul.Lahfan 11 : 267)
.
Selanjutnya beliau rahimahullah berkata: “(Menurut ukuran kejelekan), Agama kaum Musyrikin lebih baik dari ajaran Ibnu Sina, al-Farabi dan para pengikutnya (maksudnya kejelekan kaum Musyrikin lebih ringan dibanding kejelekan Ibnu Sina) karena penyembah-penyembah berhala masih mempercayai Allah sebagai al-Khaliq (pencipta) yang mengadakan dari tidak ada, mereka percaya bahwa Allah BERKUASA DAN HIDUP, Penyembah berhala hanya berlaku syirik dalam soal ibadah. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
.
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” ( Qs. Az-Zumar : 3 ).
.
(sedang Ibnu Sina dalam semua hal)
(idem 268).
.
2. Imam Ibnul Qusyairiy rahimahullah mernbantah bukunya Ibnu Sina yang berjudul: Asy-Syifa 3). Asy-Syifa itu sebuah buku Ensikilopedia Filsafat, bantahan beliau rahimahullah dituliskan dalam bentuk Sya’ir :
Kami putuskan persaudaraan dengan sekelompok orang yang sakit yaitu penulis buku asy-Syifa’.
.
Berapa kali kami sudah kuingatkan : Wahai kaumku! Kalian ini berada di tepi jurang (neraka) bersama penulis buku asy-Syifa’.
.
Maka tatkala mereka sudah meremehkan peringatan kami, maka kami kembali kepada Allah, Allah cukup (sebagai pelindung kami),
.
Mereka (Ibnu Sina dan para pengikutnya) mati dalam keadaan mengikuti Agama (‘ajaran,) Ariestoteles, sedangkan kami hidup mengikuti agama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . (kitab Fatawa Ibnu Taimiyyah 9 hal. 253)
.
3. Ibnul Jauzi al-Qurasyiy al-Baghdadiy rahimahullah berkata : “Kebanyakan AhIi Filsafat berkeyakinan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla tidak mengetahui sesuatu?? Ibnu Sina berkeyakinan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla tidak mengctahui yang partial?? Mereka adalah orang-orang yang PANDIR YANG TELAH DIHIASI OLEH IBLIS.”
(kitab Talbiisu Iblis oleh Ibnu Jauzi hal : 47, Tahqiq Mahmud Mahdi al-Istambuli cet. Muassasah ‘ulumul Qur’an-Damaskus).
.
4. Ibnu Sina menulis buku yang berjudul “al-Isyaaraat wat Tanbiihaat, buku ini ada beberapa jilid yang berisi tentang kayakinan di dalam masalah Dzat, Wujud dan sebagainya. Buku ini telah disyarah oleh seorang filosop Israel. Dan buku Ibnu Sina ini telah dibantah oleh Syaikhul Islam Al-Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitabnya Dar’u Ta’a-rudhul’Aql wan Naql jilid V dan halaman 87 sampai dengan halaman 152 tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim cet. th 1401 H/1981.M. Di halaman 130-131 Ibnu Taimiyyah berkata : “Mereka-mereka yang mengingkari adanya Malaikat adalah Kafir …. dan Ulama’ salaf telah sepakat bahwa mereka yang mengingkari sifat-sifat Allah adalah orang yang paling bodoh dan paling sesat.”
.
5. Berkata Dr.Shabir Tha’iimah rahimahullah : “..Aqidah kebathinan yang dianut oleh (Syiah) sekte Qaramithah, Isma’iliyah dan Nushairiyah adalah KAFIR karena mereka menolak Rukun Iman dan hukum-hukum Islam, dan mereka telah dipengaruhi oleh Filsafat Yunani, Persia dan India. Mereka mengaku-ngaku dirinya sebagai orang-orang Muslim? Padahal mereka sangat jauh dari Islam dan kaum Muslimin. Di antara tokoh-tokohnya ialah : Ibnu Mulkan, Ibnu Sab’in, IBNU ‘ARABY, AL-HALLAJ, IBNU SINA DAN dan yang selain mereka.” (kitab al-’Aqaaid al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha halaman 242 s/d 249).
.
IBNU SINA DAN PARA PENGIKUTNYA MENURUT AL-QUR’AN
.
Ibnu Sina dan para pengikutnya menurut al-Qur’an adalah orang-orang bodoh, sombong, sesat dan Kafir. Allah Subhana wa Ta’ala Berfirman :
.
“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” ( Qs.Al-Mukmin : 56 ).
.
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.” ( Qs.Al-Baqarah : 13 ).
.
“Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.” ( Qs. Al-Mu’min : 83 ).
.
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” ( Qs.An Nisaa’ : 136 ).
.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” ( Qs. An Nisaa’ : 150-151 ).
.
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.” ( Qs. Al A’raaf : 147 ).
.
Sesungguhnya seeeorang bisa dikatakan beriman apabila ia beriman kepada Allah, Malaikat- Malaikat-Nya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan apa yang ditakdirkan Allah kepada dirinya yang baik maupun yang buruk. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
,”Iman itu ialah : Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk” ( Shahih Riwayat Imam Muslim no. 8 ).
.
Maka perhatikanlah bahwa Ibnu Sina tidak beriman kepada apa yang discbutkan dalam al-Qur’an dan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia malah mengikuti dan membela ajaran Ariestoteles, Syi’ah Qaramithah Bathiniyyah dan dia mati dalam keadaan meyakini ajaran yang sesat tersebut.
.
Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
.
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” ( Qs.Al-‘Imran : 85 ).
.
Mungkin Ada orang yang berkata : “tidak boleh mengkafirkan seseorang dari ahli qiblat dengan sebab satu dosa “
.
Maka kami jawab : Tetapi Ibnu Sina telah berbuat dosa-dosa besar dan telah MURTAD dari Islam dan dia telah KUFUR I’TIQADIY,
.
dan orang yang membela Ibnu Sina berarti ia telah menjadi pengikutnya, dan bisa disamakan hukumnya dengan dia
.
(kitab al-Wala’ wal Bara’fil Islam bab Nawaqidhul Islam hal : 75 oleh Muhammad bin Sa’id bin Salim al-Qahthani MA cet. Daar Thayyibah dan al Imam Akamuhu haqiqatuhu Nawaqidhuhu hal. 219 dan 241 olch Dr. Muhammad Na’im Yasin, cet. V Mahtu-batul falaah 1407/1987).
KESIMPULANNYA :
.
Apabila kita mau menilai sescorang maka kita wajib menilai dengan neraca yang adil yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Tidak boleh kita menilai seseorang itu baik berdasarkan jasa-jasanya atau kehebatan maupun keahliannya, karena banyak sekali orang-orang kafir yang telah berjasa untuk kepentingan kaum Muslimin dan mereka tetap dikatakan kafir.
.
Pertama kali kita nilai seseorang adalah tentang aqidahnya, benar atau salah, musyrik, kafir atau mu’min dan sesudah itu baru yang lainnya.
.
Ibnu Sina menurut ukuran nilai Islam dia TELAH KAFIR, jadi Ibnu Sina bukanlah cendekiawan Muslim, tetapi CENDEKIAWAN KAFIR.
.
Ingat kita harus hati-hati terhadap pengaruh Filsafat Ibnu Sina yang dikembangkan oleh para Orientalis dan bertujuan untuk menyesatkan kaum Muslimin. Bila aqidah sudah hancur amal-pun pasti akan gugur...!
.
Na'udzubillahi Min Dzalik ...! ... Waspadalah, Jangan tertipu !
.
------------------------------------
.
Sumber Referensi :
.
Al-Ustadz Yazid Ibn Abdul Qodir Jawaz Hafizhahullah.
.
Al-Qur'an dan Al Hadits.
kitab Ighatsatul-Lahafan hal: 257
Kitab lghatsatul-Lahafan II : 261
Kitab lghatsatul Lahafan min Mashayidis Syaithan II hal: 262 oleh Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tahqiq Muhammad Hamid al-Faqiy cet. Darul Ma’rifah-Beirut ; dan Kitab al’Aqa-’id al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha hal : 247-248 oleh Dr. Shabir Tha’iimah cet. Maktabah ats-Tsaqafiyyah-Beirut.
Kitab ar-Risalah al-Adhhawiyyah fi Amril Ma’ad” (cet. Darul Fikr al-’Arabiy-Kairo th. 1368 H / 1949 M.
kitab Dar’u Ta’arudhui ‘Aql wan Naql V:10 oleh Sayikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim cet. I th.1401 H / 1981 M ; kitab Ighatsatul Lahafan II hal. 262)
kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleh Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal : 266
kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleb Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal: 248 dan al-’Aqa-id al-Bathiniyyah oleh Dr. Shabir Tha’imah hal : 221 s/d 236)
kitab Fatawa Ibnu Taimiyyah 9 hal. 253.
kitab Fatawa Syaikhul Islam Jiid 35 halaman : 149-150
kitab Al-Milal wan Nihal dan al-Ighatsah.
kitab Talbiisu Iblis oleh Ibnu Jauzi hal : 47, Tahqiq Mahmud Mahdi al-Istambuli cet. Muassasah ‘ulumul Qur’an-Damaskus
kitab al-’Aqaaid al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha halaman 242 s/d 249
kitab al-Wala’ wal Bara’fil Islam bab Nawaqidhul Islam hal : 75 oleh Muhammad bin Sa’id bin Salim al-Qahthani MA cet. Daar Thayyibah dan al Imam Akamuhu haqiqatuhu Nawaqidhuhu hal. 219 dan 241 olch Dr. Muhammad Na’im Yasin, cet. V Mahtu-batul falaah 1407/1987.
http://bukancumadokter.wordpress.com/…/benarkah-ibnu-sina-…/ melalui https://aslibumiayu.wordpress.com/…/ibnu-sina-banyak-kaum-…/
http://tabayyunnews.com/…/ibnu-sina-banyak-kaum-muslimin-y…/
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=833042113477287&id=497022233745945&substory_index=0
SUNGGUH Banyak Umat Islam yang Awwam Tertipu dgn SYI'AH
.
Inilah Tokoh Filsafat Syi'ah, Pemikir Berbahaya,ajarannya KAFIR.
Para Ulama Ahlu Sunnah telah mengingatkan akan Bahaya Pemikiran mereka. Contoh : IBNU SINA, ternyata dia SYI'AH ..!!! Berikut penjelasannya :
.
WASPADALAH Jika membaca Buku-buku hasil Pemikiran para Tokoh Filsuf (Filosofi / Filsafat) , yang sebagian dari Mereka adalah juga berasal dari GOLONGAN : SUFI / Tasawuf.
.
Di-antara Tokoh-tokoh ini adalah kaum yang berasal dari Negeri MAJUSI PERSIA (IRAN dan IRAK).
.
Contoh : IBNU SINA (Avicena).
.
Seorang Tokoh yang selama ini Di Puja-puji oleh Orientalis Barat,..Namun sesungguhnya justru Pemikirannya menghina ALLAH & RASUL.
.
Maka Para Alim Ulama terdahulu telah mem-Vonis-nya : KAFIR !
.
Pernah dalam Majalah Al-Muslimun nomor 247 dimuat resensi buku yaitu “Ibnu Sina sosok Ilmuwan Muslim”.
.
Rupanya Penulis resensi buku itu tidak mengerti tentang siapa sebenarnya Sosok Ibnu Sina...?
.
Kalau kita ingin menulis makalah tentang syakhshiyyah (pribadi seseorang) lebih dahulu kita harus merujuk kitab-kitab yang dikarang oleh Ulama-ulama Islam yang terdahulu yang masyhur, apa kata mereka tentang pribadi seseorang, baru kita pakai sebagai penguat itu ialah ucapan pam ulama yang belakangan. Kita lebih percaya kepada para Salafush-shalih dan orang yang mengikuti jejak mereka ketimbang ulama yang belakangan yang telah banyak menyimpang dari Manhaj mereka.
.
Para penulis yang memuji Ibnu Sina kebanyakan dari ahli filsafat dan Orientalist serta para ahli kedokteran, oleh karena itu semua buku yang menulis tentang Ibnu Sina selalu mereka merujuk kepada buku-buku Orientalist dan ahli filsafat. Mereka memuji Ibnu Sina karena kekaguman mereka terhadap karya-karyanya, di antara bukunya yang terkenal ialah “al-Qa-nuun fit-Thibb”(Canon of Medicine / Konstitusi ilmu kedokteran).
.
Buku-buku hasil pemikiran Ibnu Sina Lainnya adalah :
.
-Qanun fi Thib (Canon of Medicine) (Terjemahan bebas : Aturan Pengobatan)
-Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
-An Najat
-Mantiq Al Masyriqin (Logika Timur)
.
Selain karya filsafatnya tersebut, Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan syair. Beberapa esainya yang terkenal adalah :
-Hayy ibn Yaqzhan
-Risalah Ath-Thair
-Risalah fi Sirr Al-Qadar
-Risalah fi Al- 'Isyq
-Tahshil As-Sa'adah.
.
Dan beberapa Puisi terpentingnya yaitu :
-Al-Urjuzah fi Ath-Thibb
-Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah
-Al-Qasidah Al- 'Ainiyyah
.
Namun Kita harus ingat, bahwa pujian yang mereka (kaum Orientalis barat) lontarkan tentunya mempunyai tujuan untuk merusak Islam, karena Ibnu Sina seorang ahli filsafat di samping ia ahli kedokteran dan buku-bukunya tentang filsafat sudah beredar di mana-mana. Dengan pujian dan menganggap ia sebagai seorang “Muslim” membuat kaum Muslimin berusaha membaca karya-karanya tentang filsafat yang isinya adalah racun bagi ummat Islam, sesat dan menyesatkan.
.
IBNU SINA BIOGRAFI DAN AQIDAHNYA.
.
Ibnu Sina (Avicenna) lahir pada bulan Shafar lahun 370 Hijriyyah / 980 M wafat tahun 1037 M. Tokoh Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran). Sejak masa remaja ia sudah kagum dcngan ilmu filsafat, ia banyak mengambil ilmu filsafat dari Ariestoteles. Filsafat ini dikembangkan oleh Ibnu Sina.
.
Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu". Karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).
.
Filsafat yang dianut olch Ariestoteles dan Ibnu Sina menurut ahli filsafat merupakan filsafat yang sangat-sangat aneh, karena keduanya berpendapat bahwa alam ini ada sebelum adanya (Allah), sedangkan para filosof sebelumnya berkata Bahwa alam ini baru (diciptakan), dan penciptanya ada. (kitab Ighatsatul-Lahafan hal: 257).
.
Ariestoteles dan lbnu Sina berpendapat bahwa Allah Subhana wa Ta’ala tidak mempunyai kekuasaan apa-apa dan tidak mengetahui sesuatu dan keduanya tidak beriman kepada Malaikat.
.
Malaikat menurut mereka adalah 'khayalan' para Nabi yang berupa cahaya.
.
Malaikat tidak bergerak, tidak naik, tidak turun, tidak berbicara, tidak menulis amal-amal hamba, tidak berpindah-pindah, tidak shalat, tidak rnencabut nyawa, tidak menulis rezeki, ajal dan amal, tidak ada di kanan dan di kiri manusia dll.
.
Semua ini menurut Ibnu Sina tidak ada hakikatnya.
(Kitab lghatsatul-Lahafan II : 261)
.
Mereka tidak percaya kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah Subhana wa Ta’ala melalui Malaikat, karena dia tidak bisa berkata apa-apa dan tidak akan berkata dan Malaikat tidak boleh berkata-kata. (ibid : 262).
.
KEYAKINAN IBNU SINA YANG SESAT TENTANG NABI DAN RASUL.
.
Rasul-Rasul dan Nabi-nabi menurut Ibnu Sina adalah bualan semata dan bukan utusan dari Allah Subhana wa Ta’ala. Para Nabi dan Rasul mempunyai 3 karakteristik, jika hal ini ada maka ia (menurut dia Ibnu Sina) Nabi :
.
1. Kekuatan menduga (mengetahui perkara berdasarkan perkiraan) hingga ia tahu dengan cepat batas pertengahan dari Sesuatu.
.
2. Kekuatan mengkhayal, seperti para Nabi mengkhayalkan bentuk cahaya serta cahaya itu dapat bercakap dengan dia dan ia dapat mendengar (cahaya yang dimaksud ialah Malaikat).
.
3. Kekuatan untuk mempengaruhi orang, dan ini dilakukan semata-mata dengan jiwa.
.
Semua ini bisa dilakukan dengan usaha.
.
Ibnu Sina berkata : “..Filsafat itu merupakan kenabian khusus, adapun kenabian adalah merupakan filsafat umum...”
.
(Kitab lghatsatul Lahafan min Mashayidis Syaithan II hal: 262 oleh Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tahqiq Muhammad Hamid al-Faqiy cet. Darul Ma’rifah-Beirut ; dan Kitab al’Aqa-’id al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha hal : 247-248 oleh Dr. Shabir Tha’iimah cet. Maktabah ats-Tsaqafiyyah-Beirut).
.
PANDANGAN IBNU SINA TENTANG HARI KIAMAT :
.
Menurut pemikiran lbnu Sina dalam bukunya “ar-Risalah al-Adhhawiyyah fi Amril Ma’ad” (cet. Darul Fikr al-’Arabiy-Kairo th. 1368 H / 1949 M) ia berkeyakinan tidak beriman kepada pecahnya langit, berhamburannya bintang-bintang, bangkitnya manusia dengan jasadnya, dan tidak percaya bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mengadakan alam ini dari tidak ada menjadi ada. Ia berkeyakinan alam ini Azaliy .--(kitab Dar’u Ta’arudhui ‘Aql wan Naql V:10 oleh Sayikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim cet. I th.1401 H / 1981 M ; kitab Ighatsatul Lahafan II hal. 262).
.
IBNU SINA ADALAH PENGIKUT ALIRAN SYI’AH SEKTE QARAMITHAH BATHINIYYAH
.
Ibnu Sina pernah memberitahukan tentang dirinya :
.
"..Aku dan Ayahku mengikuti ajaran al-Hakim (1) (kitab Ighatsatul-Lahafan 11 : 266) Dengan begitu jelaslah bahwa Ibnu Sina termasuk Sekte Qaramithah Bathiniyyah (2) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Dr. Rasyad Salim, Muhammad ilamid al-Faqiy dan Dr. Shabir Tha’iimah.
.
(1). Al-Hakim adalah Manshur bin al’Aziz Billa Nizar bin al-Mu’iz-Billa al-’Abidiy Sulthan ke III, Kesultanan Syi’ah Fathimiyyah (Dibunuh oleh Sulthan Mahmud Al-Ghazi As-Saljuqi At-Turkey Rahimahullah dari Daulah As-Salajiqah pada Tahun 386 H / 996 M), khalifah Pendusta dan Jahat yang pernah menguasai seluruh wilayah Afrika Utara.
.
Ia mendakwakan dirinya sebagai Tuhan, ia banyak membunuh para ulama (tidak dapat dihitung bilangan ulama yang terbunuh, karena hanyaknya).
.
Ia menulis di Masjid-masjid Jami’ caci makian terhadap Sahabat Nabi : yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, ‘Aisyah dan para shahabat lainnya. Dia-lah sekarang yang dijadikan sesembahan oleh kelompok Druzz di Libanon dan sekte Isma’iliyyah di India. (kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleh Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal : 266).
.
(2). Dinisbatkan kepada Hamdan bin al-Ash’ats, dikenal dengan Qurmuth karena ia orangnya pendek / jadi, pendek langkahnya (qurmuth). Ia seorang pembajak tanah di Kufah (Irak). Ia termasuk kelompok Kebathinan, mereka mengaku bahwa mereka orang Syi’ah, mereka adalah Atheis dan Zindiq (orang yang pura-pura Islam). Pada Tahun 286 H mereka mulai menampakkan da’wahnya (kepada kesesatan) melalui Sa’id al-Hasan bin Bahram al-Janabiy setelah ia mengikuti ajaran Syi'ah Qaramithah.
.
Kemudian da’wah Qaramithah ini berkembang dan banyaklah orang-orang jahat yang mengikutinya. Mereka pernah memasuki kota Makkah pada hari Tarwiyah tgl 8 Dzulhijjah th 317 H.
.
Lalu Mereka membunuh jama’ah hajji yang sedang Thawaf (mengelilingi Ka’bah) mereka mencabut pintu Ka’bah dan Kiswahnya, dan orang-orang yang dibunuh di-masukkan ke Sumur Zamzam.
.
Mereka mencopot Hajar Aswad dan mereka bawa ke Qothief dan tinggal di sana kurang- lebih selama 22 tahun.
.
Setelah Dunia Islam panik dengan kejahatan kaum Qaramithah, hingga Khalifah Abbasiyyah al-Muthi’ Billah al-Fadhl Bin al-Muqtadir Rahimahullah mengembalikan Hajar Aswad ketempatnya.
.
Sebenarnya sebelum itu juga mereka telah membunuh orang-orang yang ingin melaksanakan ibadah hajji dan menawan wanita-wanitanya.
(kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleb Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal: 248 dan al-’Aqa-id al-Bathiniyyah oleh Dr. Shabir Tha’imah hal : 221 s/d 236)
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : “Semua kelompok Qaramithah LEBIH KUFUR dari Yahudi dan Nasrani bahkan lebih kufur dari kebanyakan kaum Musyrikin, karena mereka lebih berbahaya dari kafir harbiy, mereka berpura-pura mencintai Ahul Bait padahal pada hakikatnya mereka tidak beriman kepada Allah, Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, tidak beriman kepada perintah, larangan, ganjaran dan siksa.
.
Dan mereka tidak beriman kepada Surga dan Neraka dan tidak juga beriman kepada seorangpun dari para Rasul sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. mereka mengambil dalil al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah dari Ulama kaum Muslimin tetapi mereka ta’wilkan dan mereka mengada-adakan dusta serta menda’wakan bahwa yang demikian itu adalah ilmu Bathin.”
(kitab Fatawa Syaikhul Islam Jiid 35 halaman : 149-150)
.
BEBERAPA BANTAHAN PARA ULAMA ALHU SUNNAH TERHADAP BUKU-BUKU KARYA IBNU SINA :
.
1. Syaikh Muhammad asy-Syahrastani rahimahullah (lahir th 479 H wafat th 548 H), ia mengarang satu buku yang berjudul “al-Mushara’ah” [Buku yang ditulis oleh Imam Syahrastani adalah penyempurnaan dari buku Imarn Shadaruddin Asy-Syairazy rahimahullah, yang sebenarnya buku ini dibantah lagi oleh Ibnu Sina di saat Syairazy masih hidup, dua buku ini sudah dibaca oleh Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah. (kitab Al-Milal wan Nihal dan al-Ighatsah)].
.
Isi buku itu membantah keyakinan Ibnu Sina yang menyatakan bahwa alam ini terdahulu, keyakinan dia tentang tidak adanya Hari Kiamat (dibangkitkan dengan jasad) serta ia berkeyakinan Allah tidak mempunyai ilmu dan kekuasaan. Beliau (Imam Muhammad asy-Syahrastani rahimahullah) menjelaskan bahwa keyakinan Ibnu Sina itu BATHIL. Tetapi Ibnu Sina tidak mau rujuk kepada kebenaran, bahkan ia menentang dan membantah buku Imam asy-Syairazy rahimahullah itu dengan mengarang satu buku yang berjudul “Mushara’atul Mushara’ah”, Di kitab itu Ibnu Sina menyatakan :
.
“Bahwasanya Allah tidak menciptakan langit dan Bumi dalam 6 (enam) hari, Allah tidak mengetahui sesuatu apapun, Allah tidak berbuat sesuatu dengan Qudrat dan Ikhtiyarnya dan Allah tidak membangkitkan manusia dari Kuburnya.”
(kitab Ighatsatul lahafan II hal. 266)
.
Setelah membawakan pendapat Imam asy-Syahrastani rahimahullah yang menyatakan ajaran Ibnu Sina itu Bathil, Imam lbnul Qayyim rahimahullah berkata :
.
“Kesimpulannya Ibnu Sina itu Seorang ATHEIS, Yang KUFUR KEPADA ALLAH,kepada para MalaikatNya, Kufur kepada Kitab-kitab Nya, Kufur kepada Rasul-Rasul Nya dan Kufur kepada hari Kiamat.”(kitab Ighatsatul.Lahfan 11 : 267)
.
Selanjutnya beliau rahimahullah berkata: “(Menurut ukuran kejelekan), Agama kaum Musyrikin lebih baik dari ajaran Ibnu Sina, al-Farabi dan para pengikutnya (maksudnya kejelekan kaum Musyrikin lebih ringan dibanding kejelekan Ibnu Sina) karena penyembah-penyembah berhala masih mempercayai Allah sebagai al-Khaliq (pencipta) yang mengadakan dari tidak ada, mereka percaya bahwa Allah BERKUASA DAN HIDUP, Penyembah berhala hanya berlaku syirik dalam soal ibadah. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
.
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” ( Qs. Az-Zumar : 3 ).
.
(sedang Ibnu Sina dalam semua hal)
(idem 268).
.
2. Imam Ibnul Qusyairiy rahimahullah mernbantah bukunya Ibnu Sina yang berjudul: Asy-Syifa 3). Asy-Syifa itu sebuah buku Ensikilopedia Filsafat, bantahan beliau rahimahullah dituliskan dalam bentuk Sya’ir :
Kami putuskan persaudaraan dengan sekelompok orang yang sakit yaitu penulis buku asy-Syifa’.
.
Berapa kali kami sudah kuingatkan : Wahai kaumku! Kalian ini berada di tepi jurang (neraka) bersama penulis buku asy-Syifa’.
.
Maka tatkala mereka sudah meremehkan peringatan kami, maka kami kembali kepada Allah, Allah cukup (sebagai pelindung kami),
.
Mereka (Ibnu Sina dan para pengikutnya) mati dalam keadaan mengikuti Agama (‘ajaran,) Ariestoteles, sedangkan kami hidup mengikuti agama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . (kitab Fatawa Ibnu Taimiyyah 9 hal. 253)
.
3. Ibnul Jauzi al-Qurasyiy al-Baghdadiy rahimahullah berkata : “Kebanyakan AhIi Filsafat berkeyakinan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla tidak mengetahui sesuatu?? Ibnu Sina berkeyakinan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla tidak mengctahui yang partial?? Mereka adalah orang-orang yang PANDIR YANG TELAH DIHIASI OLEH IBLIS.”
(kitab Talbiisu Iblis oleh Ibnu Jauzi hal : 47, Tahqiq Mahmud Mahdi al-Istambuli cet. Muassasah ‘ulumul Qur’an-Damaskus).
.
4. Ibnu Sina menulis buku yang berjudul “al-Isyaaraat wat Tanbiihaat, buku ini ada beberapa jilid yang berisi tentang kayakinan di dalam masalah Dzat, Wujud dan sebagainya. Buku ini telah disyarah oleh seorang filosop Israel. Dan buku Ibnu Sina ini telah dibantah oleh Syaikhul Islam Al-Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitabnya Dar’u Ta’a-rudhul’Aql wan Naql jilid V dan halaman 87 sampai dengan halaman 152 tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim cet. th 1401 H/1981.M. Di halaman 130-131 Ibnu Taimiyyah berkata : “Mereka-mereka yang mengingkari adanya Malaikat adalah Kafir …. dan Ulama’ salaf telah sepakat bahwa mereka yang mengingkari sifat-sifat Allah adalah orang yang paling bodoh dan paling sesat.”
.
5. Berkata Dr.Shabir Tha’iimah rahimahullah : “..Aqidah kebathinan yang dianut oleh (Syiah) sekte Qaramithah, Isma’iliyah dan Nushairiyah adalah KAFIR karena mereka menolak Rukun Iman dan hukum-hukum Islam, dan mereka telah dipengaruhi oleh Filsafat Yunani, Persia dan India. Mereka mengaku-ngaku dirinya sebagai orang-orang Muslim? Padahal mereka sangat jauh dari Islam dan kaum Muslimin. Di antara tokoh-tokohnya ialah : Ibnu Mulkan, Ibnu Sab’in, IBNU ‘ARABY, AL-HALLAJ, IBNU SINA DAN dan yang selain mereka.” (kitab al-’Aqaaid al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha halaman 242 s/d 249).
.
IBNU SINA DAN PARA PENGIKUTNYA MENURUT AL-QUR’AN
.
Ibnu Sina dan para pengikutnya menurut al-Qur’an adalah orang-orang bodoh, sombong, sesat dan Kafir. Allah Subhana wa Ta’ala Berfirman :
.
“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” ( Qs.Al-Mukmin : 56 ).
.
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.” ( Qs.Al-Baqarah : 13 ).
.
“Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.” ( Qs. Al-Mu’min : 83 ).
.
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” ( Qs.An Nisaa’ : 136 ).
.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” ( Qs. An Nisaa’ : 150-151 ).
.
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.” ( Qs. Al A’raaf : 147 ).
.
Sesungguhnya seeeorang bisa dikatakan beriman apabila ia beriman kepada Allah, Malaikat- Malaikat-Nya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan apa yang ditakdirkan Allah kepada dirinya yang baik maupun yang buruk. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
,”Iman itu ialah : Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk” ( Shahih Riwayat Imam Muslim no. 8 ).
.
Maka perhatikanlah bahwa Ibnu Sina tidak beriman kepada apa yang discbutkan dalam al-Qur’an dan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia malah mengikuti dan membela ajaran Ariestoteles, Syi’ah Qaramithah Bathiniyyah dan dia mati dalam keadaan meyakini ajaran yang sesat tersebut.
.
Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
.
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” ( Qs.Al-‘Imran : 85 ).
.
Mungkin Ada orang yang berkata : “tidak boleh mengkafirkan seseorang dari ahli qiblat dengan sebab satu dosa “
.
Maka kami jawab : Tetapi Ibnu Sina telah berbuat dosa-dosa besar dan telah MURTAD dari Islam dan dia telah KUFUR I’TIQADIY,
.
dan orang yang membela Ibnu Sina berarti ia telah menjadi pengikutnya, dan bisa disamakan hukumnya dengan dia
.
(kitab al-Wala’ wal Bara’fil Islam bab Nawaqidhul Islam hal : 75 oleh Muhammad bin Sa’id bin Salim al-Qahthani MA cet. Daar Thayyibah dan al Imam Akamuhu haqiqatuhu Nawaqidhuhu hal. 219 dan 241 olch Dr. Muhammad Na’im Yasin, cet. V Mahtu-batul falaah 1407/1987).
KESIMPULANNYA :
.
Apabila kita mau menilai sescorang maka kita wajib menilai dengan neraca yang adil yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Tidak boleh kita menilai seseorang itu baik berdasarkan jasa-jasanya atau kehebatan maupun keahliannya, karena banyak sekali orang-orang kafir yang telah berjasa untuk kepentingan kaum Muslimin dan mereka tetap dikatakan kafir.
.
Pertama kali kita nilai seseorang adalah tentang aqidahnya, benar atau salah, musyrik, kafir atau mu’min dan sesudah itu baru yang lainnya.
.
Ibnu Sina menurut ukuran nilai Islam dia TELAH KAFIR, jadi Ibnu Sina bukanlah cendekiawan Muslim, tetapi CENDEKIAWAN KAFIR.
.
Ingat kita harus hati-hati terhadap pengaruh Filsafat Ibnu Sina yang dikembangkan oleh para Orientalis dan bertujuan untuk menyesatkan kaum Muslimin. Bila aqidah sudah hancur amal-pun pasti akan gugur...!
.
Na'udzubillahi Min Dzalik ...! ... Waspadalah, Jangan tertipu !
.
------------------------------------
.
Sumber Referensi :
.
Al-Ustadz Yazid Ibn Abdul Qodir Jawaz Hafizhahullah.
.
Al-Qur'an dan Al Hadits.
kitab Ighatsatul-Lahafan hal: 257
Kitab lghatsatul-Lahafan II : 261
Kitab lghatsatul Lahafan min Mashayidis Syaithan II hal: 262 oleh Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tahqiq Muhammad Hamid al-Faqiy cet. Darul Ma’rifah-Beirut ; dan Kitab al’Aqa-’id al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha hal : 247-248 oleh Dr. Shabir Tha’iimah cet. Maktabah ats-Tsaqafiyyah-Beirut.
Kitab ar-Risalah al-Adhhawiyyah fi Amril Ma’ad” (cet. Darul Fikr al-’Arabiy-Kairo th. 1368 H / 1949 M.
kitab Dar’u Ta’arudhui ‘Aql wan Naql V:10 oleh Sayikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim cet. I th.1401 H / 1981 M ; kitab Ighatsatul Lahafan II hal. 262)
kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleh Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal : 266
kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleb Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal: 248 dan al-’Aqa-id al-Bathiniyyah oleh Dr. Shabir Tha’imah hal : 221 s/d 236)
kitab Fatawa Ibnu Taimiyyah 9 hal. 253.
kitab Fatawa Syaikhul Islam Jiid 35 halaman : 149-150
kitab Al-Milal wan Nihal dan al-Ighatsah.
kitab Talbiisu Iblis oleh Ibnu Jauzi hal : 47, Tahqiq Mahmud Mahdi al-Istambuli cet. Muassasah ‘ulumul Qur’an-Damaskus
kitab al-’Aqaaid al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha halaman 242 s/d 249
kitab al-Wala’ wal Bara’fil Islam bab Nawaqidhul Islam hal : 75 oleh Muhammad bin Sa’id bin Salim al-Qahthani MA cet. Daar Thayyibah dan al Imam Akamuhu haqiqatuhu Nawaqidhuhu hal. 219 dan 241 olch Dr. Muhammad Na’im Yasin, cet. V Mahtu-batul falaah 1407/1987.
http://bukancumadokter.wordpress.com/…/benarkah-ibnu-sina-…/ melalui https://aslibumiayu.wordpress.com/…/ibnu-sina-banyak-kaum-…/
http://tabayyunnews.com/…/ibnu-sina-banyak-kaum-muslimin-y…/
https://www.facebook.com/IndonesiaDaruratSyiah/videos/1596824947218290/
Kata pendeta Syiah: Hanya Wahabi Yang Tidak Suka Syiah
Pendeta syiah Sayid Muhammad Rizvi seperti kebiasaan syiah lainnya, berdusta dengan berkata hubungan syiah sunni di Indonesia tegang hanya karena masalah politik bukan karena masalah kepercayaan & praktek syiah
Kata pendeta Syiah: Hanya Wahabi Yang Tidak Suka Syiah
Pendeta syiah Sayid Muhammad Rizvi seperti kebiasaan syiah lainnya, berdusta dengan berkata hubungan syiah sunni di Indonesia tegang hanya karena masalah politik bukan karena masalah kepercayaan & praktek syiah
SYI'AH BUKANLAH ISLAM
Suatu hari terjadi dialog antara da’i ahlus sunnah dengan tokoh syi’ah,
(Sunni) : Apakah menurutmu Abu Bakar itu najis dan khobits (menjijikkan)?
(Syi’i) : iya, tentu!
Suatu hari terjadi dialog antara da’i ahlus sunnah dengan tokoh syi’ah,
(Sunni) : Apakah menurutmu Abu Bakar itu najis dan khobits (menjijikkan)?
(Syi’i) : iya, tentu!
(Sunni) : Apakah berarti istri Abu Bakar juga khobits? karena dalam
Al-Qur’an disebutkan lelaki khobits untuk wanita khobits dan begitu pula
sebaliknya.
(Syi’i) : Tentu! istri dia juga khobits.
(Sunni) : tapi ternyata salah satu mantan istri Abu Bakar, dinikahi oleh Ali bin Abi Tholib! yaitu Asma’ binti ‘Umais, apakah Ali juga khobits?
(Syi’i) : [agak bingung], o.. tidak! jelas tidak! Asma’ dulunya khobits, kemudian dia bertaubat lalu menjadi suci dan dinikahi oleh Ali.
(Sunni) : berarti sebelum dinikahi oleh Ali, Asma’ seorang wanita yang khobits?
(Syi’i) : Tepat!
(Sunni) : tapi sebelum dinikahi oleh Abu Bakar, Asma’ ini adalah istrinya Ja’far, saudara kandung Ali! apakah Ja’far seorang yang khobits?
(Syi’i) : hah? tentu tidak!
(Sunni) : kata anda sebelum dinikahi Ali, Asma’ adalah wanita yang khobits bukan? Jika demikian suami dia juga khobits, yaitu Ja’far! Atau sebenarnya Asma’ ini wanita yang baik, dan suami dia juga baik, yaitu Abu Bakar! Bukan demikian logika yang anda terapkan? Apa anda akan mengatakan, “Asma adalah wanita yang baik ketika dinikahi oleh Ja’far, dan menjadi khobits ketika dinikahi oleh Abu Bakar, dan menjadi baik lagi ketika dinikahi oleh Ali? Jadi standar kalian dalam menerapkan kaidah ini bagaimana?
(Syi’i) : [diam tak bersuara].
Dikisahkan oleh Syekh Badar Muhammad Baqir (mantan syi’ah yang kini menjadi pakar anti syi’ah di Kuwait), saat acara Dauroh anti syi’ah di Ma’had Bin Baz Jogja, tahun 2011.
# Faedah dari Ust Yasin Aminullah
(Syi’i) : Tentu! istri dia juga khobits.
(Sunni) : tapi ternyata salah satu mantan istri Abu Bakar, dinikahi oleh Ali bin Abi Tholib! yaitu Asma’ binti ‘Umais, apakah Ali juga khobits?
(Syi’i) : [agak bingung], o.. tidak! jelas tidak! Asma’ dulunya khobits, kemudian dia bertaubat lalu menjadi suci dan dinikahi oleh Ali.
(Sunni) : berarti sebelum dinikahi oleh Ali, Asma’ seorang wanita yang khobits?
(Syi’i) : Tepat!
(Sunni) : tapi sebelum dinikahi oleh Abu Bakar, Asma’ ini adalah istrinya Ja’far, saudara kandung Ali! apakah Ja’far seorang yang khobits?
(Syi’i) : hah? tentu tidak!
(Sunni) : kata anda sebelum dinikahi Ali, Asma’ adalah wanita yang khobits bukan? Jika demikian suami dia juga khobits, yaitu Ja’far! Atau sebenarnya Asma’ ini wanita yang baik, dan suami dia juga baik, yaitu Abu Bakar! Bukan demikian logika yang anda terapkan? Apa anda akan mengatakan, “Asma adalah wanita yang baik ketika dinikahi oleh Ja’far, dan menjadi khobits ketika dinikahi oleh Abu Bakar, dan menjadi baik lagi ketika dinikahi oleh Ali? Jadi standar kalian dalam menerapkan kaidah ini bagaimana?
(Syi’i) : [diam tak bersuara].
Dikisahkan oleh Syekh Badar Muhammad Baqir (mantan syi’ah yang kini menjadi pakar anti syi’ah di Kuwait), saat acara Dauroh anti syi’ah di Ma’had Bin Baz Jogja, tahun 2011.
# Faedah dari Ust Yasin Aminullah
Tuesday, 28 July 2015
Cara Partisi SD Card Menggunakan Minitool Partition Wizard
Cara Partisi SD Card Menggunakan Minitool Partition Wizard -
Sebelum menggunakan perangkat smartphone dengan OS Android, mimin tidak
pernah mendengar istilah partisi. Hingga suatu ketika mimin memutuskan
untuk menggunakan sebuah aplikasi bernama Link2SD, dan aplikasi tersebut
meminta mimin untuk melakukan partisi pada microSD Card yang mimin
gunakan untuk dapat memanfaatkan fitur pada aplikasi tersebut secara
maksimal. Karena penasaran, mimin pun memutuskan untuk mencari tau di
blog-blog sebelah, dan akhirnya mimin baru paham arti dari partisi
tersebut dan apa fungsi atau kegunaannya. Secara default, sebuah SD Card
hanya memiliki satu buah partisi dengan system file fat32.
BACA JUGA : Apa itu partisi
Tujuan melakukan partisi SD card adalah untuk membagi memori atau ruang
yang tersedia (secara virtual) menjadi beberapa bagian (dalam kasus ini
menjadi 2 atau 3 bagian). Manfaat dari partisi SD Card adalah untuk
memisahkan kumpulan data agar kita dapat menyimpan data tertentu pada
partisi yang berbeda. Nah bingung kan? Makanya coba baca dulu deh
artikel yang mimin kasih di link diatas itu.
Dalam kasus ini, kita akan dapat memanfaatkan partisi pada microSD card
untuk membantu meringankan beban memory internal pada perangkat Android
dengan memanfaatkan aplikasi seperti misalnya Link2SD. Oke mimin tidak
akan berpanjang lebar lagi, berikut adalah langkah-langkah, alat serta
bahan yang harus kamu punya untuk melakukan partisi pada memory:
BAHAN :
1. Install aplikasi Minitool Partition Wizard pada PC / Laptop. Silahkan sedot disini.
2. Card reader untuk menghubungkan microSD dengan PC/laptop. Kamu juga
bisa menggunakan Adapter microSD jika laptop mu sudah mendukung fitur
card reader.
Mohon diperhatikan untuk pengguna smartphone keluarga XPERIA dari Sony.
Jika Link2SD memberikan pesan error pada perangkatmu setelah melakukan
partisi, silahkan lanjut membaca di halaman berikutnya.
Langkah-langkah :
1. Sambungkan SD card ke PC dengan menggunakan card reader.
Pastikan memory tersebut dapat terbaca dengan baik dan terdapat slot
kosong setidaknya sekitar 500 MB hingga 1 GB.
2. Jangan lupa untuk backup semua file pada microSD ke PC/laptop
milikmu (caranya tinggal mengcpoy / paste file nya ke PC). Jalankan
aplikasi Minitool Partition Wizard pada PC. Pada apps tersebut, SD card
milikmu akan terdeteksi di bawah disk 2 (F: ) seperti gambar di bawah



Perhatikan gambar diatas. Pada bagian yang diberi nomor 1 (partition size) merupakan besaran kapasitas untuk partisi ini (partisi 1). Sedangkan bagian yang diberi nomor 2 (unallocated space after) adalah besaran kapasitas yang tidak terpakai dan nanti akan kita manfaatkan sebagai partisi kedua. Jika sudah menentukan besarannya, silahkan klik OK untuk melanjutkan.
5. Sekarang akan muncul sebuah partisi baru yang terdapat dibawah disk 2 (F:) seperti pada gambar dibawah ini.
Pilih partisi tersebut, klik kanan lalu pilih Create seperti pada gambar dibawah ini. Jika muncul tanda peringatan, silahkan klik OK saja.


Create as : Primary
File System : Ext 2

Namun jika kamu ingin membuat partisi tambahan untuk hal lain, silahkan sesuaikan besarannya seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Untuk microSD dengan kapasitas kecil (4GB kebawah) tidak disarankan untuk membuat partisi lebih dari 2.
7. Sama seperti sebelumnya, jika kamu menyisakan kapasitas penyimpanan pada partisi sebelumnya, maka di menu awal aplikasi Minitool Partition Wizard akan menampilkan sebuah partisi baru. Silahkan pilih dan klik kanan partisi baru (partisi ke-3) tersebut dan pilih Create.

Create as : Primary
File system : Linux Swap
9. Sekarang perhatikan gambar dibawah ini khususnya yang berada di dalam kotak. Pastikan kamu telah melakukan setting Primary pada Type di semua partisi, dan untuk partisi pertama kamu Wajib menggunakan File system FAT32. Jika kamu hanya membuat 2 partisi maka tentunya partisi yang paling bawah itu tidak akan muncul.


12. Dan sekarang microSD milikmu telah di partisi. Sekarang kamu
bisa mencoba menggunakan aplikasi Link2SD pada perangkat Android
milikmu. Jika kamu masih bingung untuk menggunakannya, kamu bisa membaca
panduannya pada artikel cara menggunakan Link2SD.
Jika suatu saat kamu ingin menghapus partisi yang sudah kamu buat pada SD card, silahkan ikuti tutorialnya pada posting cara menghapus partisi SD card.
Thanks To http://www.duniagadget558.com
Thanks To http://www.duniagadget558.com
Monday, 6 July 2015
Surga Dan Neraka
Ayob Hussin with Abangelan Isirimba and 15 others
Bacalah
sampai habis saudare2 ku... Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala
(bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh
makhluk mati kecuali Izrail &
beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa
malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.
* Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya "Kepunyaan
siapakah kerajaan hari ini?" Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri
menjawab dengan keagunganNya "Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha
Perkasa." Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg
Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.
* Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.
* Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut "Ajbuz Zanbi" yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.
* Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.
* Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.
* Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.
* Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.
* Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.
* Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.
* Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah: 1- Pemimpin yang adil. 2- Orang muda yang taat kepada perintah Allah. 3- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid. 4- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah. 5- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata "Aku takut pada Allah". 6- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai). 7- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.
* Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.
* Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.
* Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga 'Arasy itu tiba dibumi.
* 'Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.
* Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.
* Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.
* Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.
* Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.
* Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.
* Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.
* Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.
* Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.
* Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.
* Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.
* Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat : 1- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab. 2- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab. 3- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka. (Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)
* Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.
* Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.
* Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.
* Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.
Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.
sekiranya anda ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sepertimana sabda Rasulullah SAW: ❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞ Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :
1- Sedekah/amal jariahnya. 2- Doa anak²nya yang soleh. 3- Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.
* Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.
* Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut "Ajbuz Zanbi" yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.
* Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.
* Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.
* Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.
* Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.
* Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.
* Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.
* Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah: 1- Pemimpin yang adil. 2- Orang muda yang taat kepada perintah Allah. 3- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid. 4- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah. 5- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata "Aku takut pada Allah". 6- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai). 7- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.
* Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.
* Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.
* Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga 'Arasy itu tiba dibumi.
* 'Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.
* Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.
* Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.
* Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.
* Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.
* Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.
* Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.
* Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.
* Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.
* Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.
* Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.
* Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat : 1- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab. 2- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab. 3- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka. (Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)
* Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.
* Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.
* Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.
* Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.
Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.
sekiranya anda ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sepertimana sabda Rasulullah SAW: ❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞ Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :
1- Sedekah/amal jariahnya. 2- Doa anak²nya yang soleh. 3- Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)








