Copas Dari GERAKAN ANTI SYIAH INDONEISA
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=833042113477287&id=497022233745945&substory_index=0
SUNGGUH Banyak Umat Islam yang Awwam Tertipu dgn SYI'AH
.
Inilah Tokoh Filsafat Syi'ah, Pemikir Berbahaya,ajarannya KAFIR.
Para Ulama Ahlu Sunnah telah mengingatkan akan Bahaya Pemikiran mereka.
Contoh : IBNU SINA, ternyata dia SYI'AH ..!!! Berikut penjelasannya :
.
WASPADALAH Jika membaca Buku-buku hasil Pemikiran para Tokoh Filsuf
(Filosofi / Filsafat) , yang sebagian dari Mereka adalah juga berasal
dari GOLONGAN : SUFI / Tasawuf.
.
Di-antara Tokoh-tokoh ini adalah kaum yang berasal dari Negeri MAJUSI PERSIA (IRAN dan IRAK).
.
Contoh : IBNU SINA (Avicena).
.
Seorang Tokoh yang selama ini Di Puja-puji oleh Orientalis
Barat,..Namun sesungguhnya justru Pemikirannya menghina ALLAH &
RASUL.
.
Maka Para Alim Ulama terdahulu telah mem-Vonis-nya : KAFIR !
.
Pernah dalam Majalah Al-Muslimun nomor 247 dimuat resensi buku yaitu “Ibnu Sina sosok Ilmuwan Muslim”.
.
Rupanya Penulis resensi buku itu tidak mengerti tentang siapa sebenarnya Sosok Ibnu Sina...?
.
Kalau kita ingin menulis makalah tentang syakhshiyyah (pribadi
seseorang) lebih dahulu kita harus merujuk kitab-kitab yang dikarang
oleh Ulama-ulama Islam yang terdahulu yang masyhur, apa kata mereka
tentang pribadi seseorang, baru kita pakai sebagai penguat itu ialah
ucapan pam ulama yang belakangan. Kita lebih percaya kepada para
Salafush-shalih dan orang yang mengikuti jejak mereka ketimbang ulama
yang belakangan yang telah banyak menyimpang dari Manhaj mereka.
.
Para penulis yang memuji Ibnu Sina kebanyakan dari ahli filsafat dan
Orientalist serta para ahli kedokteran, oleh karena itu semua buku yang
menulis tentang Ibnu Sina selalu mereka merujuk kepada buku-buku
Orientalist dan ahli filsafat. Mereka memuji Ibnu Sina karena kekaguman
mereka terhadap karya-karyanya, di antara bukunya yang terkenal ialah
“al-Qa-nuun fit-Thibb”(Canon of Medicine / Konstitusi ilmu kedokteran).
.
Buku-buku hasil pemikiran Ibnu Sina Lainnya adalah :
.
-Qanun fi Thib (Canon of Medicine) (Terjemahan bebas : Aturan Pengobatan)
-Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
-An Najat
-Mantiq Al Masyriqin (Logika Timur)
.
Selain karya filsafatnya tersebut, Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan syair. Beberapa esainya yang terkenal adalah :
-Hayy ibn Yaqzhan
-Risalah Ath-Thair
-Risalah fi Sirr Al-Qadar
-Risalah fi Al- 'Isyq
-Tahshil As-Sa'adah.
.
Dan beberapa Puisi terpentingnya yaitu :
-Al-Urjuzah fi Ath-Thibb
-Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah
-Al-Qasidah Al- 'Ainiyyah
.
Namun Kita harus ingat, bahwa pujian yang mereka (kaum Orientalis
barat) lontarkan tentunya mempunyai tujuan untuk merusak Islam, karena
Ibnu Sina seorang ahli filsafat di samping ia ahli kedokteran dan
buku-bukunya tentang filsafat sudah beredar di mana-mana. Dengan pujian
dan menganggap ia sebagai seorang “Muslim” membuat kaum Muslimin
berusaha membaca karya-karanya tentang filsafat yang isinya adalah racun
bagi ummat Islam, sesat dan menyesatkan.
.
IBNU SINA BIOGRAFI DAN AQIDAHNYA.
.
Ibnu Sina (Avicenna) lahir pada bulan Shafar lahun 370 Hijriyyah / 980 M
wafat tahun 1037 M. Tokoh Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn
bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam
tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada
980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan
(kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia
(Iran). Sejak masa remaja ia sudah kagum dcngan ilmu filsafat, ia
banyak mengambil ilmu filsafat dari Ariestoteles. Filsafat ini
dikembangkan oleh Ibnu Sina.
.
Dia adalah pengarang dari 450
buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan
pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai
"bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan
paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada
semua bidang, tempat, dan waktu". Karyanya yang paling terkenal adalah
The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai
sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).
.
Filsafat yang dianut olch Ariestoteles dan Ibnu Sina menurut ahli
filsafat merupakan filsafat yang sangat-sangat aneh, karena keduanya
berpendapat bahwa alam ini ada sebelum adanya (Allah), sedangkan para
filosof sebelumnya berkata Bahwa alam ini baru (diciptakan), dan
penciptanya ada. (kitab Ighatsatul-Lahafan hal: 257).
.
Ariestoteles dan lbnu Sina berpendapat bahwa Allah Subhana wa Ta’ala
tidak mempunyai kekuasaan apa-apa dan tidak mengetahui sesuatu dan
keduanya tidak beriman kepada Malaikat.
.
Malaikat menurut mereka adalah 'khayalan' para Nabi yang berupa cahaya.
.
Malaikat tidak bergerak, tidak naik, tidak turun, tidak berbicara,
tidak menulis amal-amal hamba, tidak berpindah-pindah, tidak shalat,
tidak rnencabut nyawa, tidak menulis rezeki, ajal dan amal, tidak ada di
kanan dan di kiri manusia dll.
.
Semua ini menurut Ibnu Sina tidak ada hakikatnya.
(Kitab lghatsatul-Lahafan II : 261)
.
Mereka tidak percaya kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah Subhana
wa Ta’ala melalui Malaikat, karena dia tidak bisa berkata apa-apa dan
tidak akan berkata dan Malaikat tidak boleh berkata-kata. (ibid : 262).
.
KEYAKINAN IBNU SINA YANG SESAT TENTANG NABI DAN RASUL.
.
Rasul-Rasul dan Nabi-nabi menurut Ibnu Sina adalah bualan semata dan
bukan utusan dari Allah Subhana wa Ta’ala. Para Nabi dan Rasul mempunyai
3 karakteristik, jika hal ini ada maka ia (menurut dia Ibnu Sina) Nabi :
.
1. Kekuatan menduga (mengetahui perkara berdasarkan perkiraan) hingga ia tahu dengan cepat batas pertengahan dari Sesuatu.
.
2. Kekuatan mengkhayal, seperti para Nabi mengkhayalkan bentuk cahaya
serta cahaya itu dapat bercakap dengan dia dan ia dapat mendengar
(cahaya yang dimaksud ialah Malaikat).
.
3. Kekuatan untuk mempengaruhi orang, dan ini dilakukan semata-mata dengan jiwa.
.
Semua ini bisa dilakukan dengan usaha.
.
Ibnu Sina berkata : “..Filsafat itu merupakan kenabian khusus, adapun kenabian adalah merupakan filsafat umum...”
.
(Kitab lghatsatul Lahafan min Mashayidis Syaithan II hal: 262 oleh
Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tahqiq Muhammad Hamid al-Faqiy cet.
Darul Ma’rifah-Beirut ; dan Kitab al’Aqa-’id al-Bathiniyyah wa hukmul
Islam fiiha hal : 247-248 oleh Dr. Shabir Tha’iimah cet. Maktabah
ats-Tsaqafiyyah-Beirut).
.
PANDANGAN IBNU SINA TENTANG HARI KIAMAT :
.
Menurut pemikiran lbnu Sina dalam bukunya “ar-Risalah al-Adhhawiyyah fi
Amril Ma’ad” (cet. Darul Fikr al-’Arabiy-Kairo th. 1368 H / 1949 M) ia
berkeyakinan tidak beriman kepada pecahnya langit, berhamburannya
bintang-bintang, bangkitnya manusia dengan jasadnya, dan tidak percaya
bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mengadakan alam ini dari tidak ada menjadi
ada. Ia berkeyakinan alam ini Azaliy .--(kitab Dar’u Ta’arudhui ‘Aql wan
Naql V:10 oleh Sayikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Tahqiq Dr. Muhammad
Rasyad Salim cet. I th.1401 H / 1981 M ; kitab Ighatsatul Lahafan II
hal. 262).
.
IBNU SINA ADALAH PENGIKUT ALIRAN SYI’AH SEKTE QARAMITHAH BATHINIYYAH
.
Ibnu Sina pernah memberitahukan tentang dirinya :
.
"..Aku dan Ayahku mengikuti ajaran al-Hakim (1) (kitab
Ighatsatul-Lahafan 11 : 266) Dengan begitu jelaslah bahwa Ibnu Sina
termasuk Sekte Qaramithah Bathiniyyah (2) sebagaimana disebutkan oleh
Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Dr. Rasyad Salim, Muhammad ilamid al-Faqiy
dan Dr. Shabir Tha’iimah.
.
(1). Al-Hakim adalah Manshur bin
al’Aziz Billa Nizar bin al-Mu’iz-Billa al-’Abidiy Sulthan ke III,
Kesultanan Syi’ah Fathimiyyah (Dibunuh oleh Sulthan Mahmud Al-Ghazi
As-Saljuqi At-Turkey Rahimahullah dari Daulah As-Salajiqah pada Tahun
386 H / 996 M), khalifah Pendusta dan Jahat yang pernah menguasai
seluruh wilayah Afrika Utara.
.
Ia mendakwakan dirinya sebagai
Tuhan, ia banyak membunuh para ulama (tidak dapat dihitung bilangan
ulama yang terbunuh, karena hanyaknya).
.
Ia menulis di
Masjid-masjid Jami’ caci makian terhadap Sahabat Nabi : yaitu Abu Bakar,
Umar, Utsman, ‘Aisyah dan para shahabat lainnya. Dia-lah sekarang yang
dijadikan sesembahan oleh kelompok Druzz di Libanon dan sekte
Isma’iliyyah di India. (kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleh Syekh
Muhammad Hamid al-Faqiy II hal : 266).
.
(2). Dinisbatkan kepada
Hamdan bin al-Ash’ats, dikenal dengan Qurmuth karena ia orangnya pendek
/ jadi, pendek langkahnya (qurmuth). Ia seorang pembajak tanah di Kufah
(Irak). Ia termasuk kelompok Kebathinan, mereka mengaku bahwa mereka
orang Syi’ah, mereka adalah Atheis dan Zindiq (orang yang pura-pura
Islam). Pada Tahun 286 H mereka mulai menampakkan da’wahnya (kepada
kesesatan) melalui Sa’id al-Hasan bin Bahram al-Janabiy setelah ia
mengikuti ajaran Syi'ah Qaramithah.
.
Kemudian da’wah Qaramithah
ini berkembang dan banyaklah orang-orang jahat yang mengikutinya.
Mereka pernah memasuki kota Makkah pada hari Tarwiyah tgl 8 Dzulhijjah
th 317 H.
.
Lalu Mereka membunuh jama’ah hajji yang sedang
Thawaf (mengelilingi Ka’bah) mereka mencabut pintu Ka’bah dan Kiswahnya,
dan orang-orang yang dibunuh di-masukkan ke Sumur Zamzam.
.
Mereka mencopot Hajar Aswad dan mereka bawa ke Qothief dan tinggal di sana kurang- lebih selama 22 tahun.
.
Setelah Dunia Islam panik dengan kejahatan kaum Qaramithah, hingga
Khalifah Abbasiyyah al-Muthi’ Billah al-Fadhl Bin al-Muqtadir
Rahimahullah mengembalikan Hajar Aswad ketempatnya.
.
Sebenarnya
sebelum itu juga mereka telah membunuh orang-orang yang ingin
melaksanakan ibadah hajji dan menawan wanita-wanitanya.
(kitab
Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleb Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal: 248
dan al-’Aqa-id al-Bathiniyyah oleh Dr. Shabir Tha’imah hal : 221 s/d
236)
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata :
“Semua kelompok Qaramithah LEBIH KUFUR dari Yahudi dan Nasrani bahkan
lebih kufur dari kebanyakan kaum Musyrikin, karena mereka lebih
berbahaya dari kafir harbiy, mereka berpura-pura mencintai Ahul Bait
padahal pada hakikatnya mereka tidak beriman kepada Allah, Rasul-Nya,
kitab-kitab-Nya, tidak beriman kepada perintah, larangan, ganjaran dan
siksa.
.
Dan mereka tidak beriman kepada Surga dan Neraka dan
tidak juga beriman kepada seorangpun dari para Rasul sebelum Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. mereka mengambil dalil al-Qur’an
dan Sunnah Rasulullah dari Ulama kaum Muslimin tetapi mereka ta’wilkan
dan mereka mengada-adakan dusta serta menda’wakan bahwa yang demikian
itu adalah ilmu Bathin.”
(kitab Fatawa Syaikhul Islam Jiid 35 halaman : 149-150)
.
BEBERAPA BANTAHAN PARA ULAMA ALHU SUNNAH TERHADAP BUKU-BUKU KARYA IBNU SINA :
.
1. Syaikh Muhammad asy-Syahrastani rahimahullah (lahir th 479 H wafat
th 548 H), ia mengarang satu buku yang berjudul “al-Mushara’ah” [Buku
yang ditulis oleh Imam Syahrastani adalah penyempurnaan dari buku Imarn
Shadaruddin Asy-Syairazy rahimahullah, yang sebenarnya buku ini dibantah
lagi oleh Ibnu Sina di saat Syairazy masih hidup, dua buku ini sudah
dibaca oleh Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah. (kitab Al-Milal
wan Nihal dan al-Ighatsah)].
.
Isi buku itu membantah keyakinan
Ibnu Sina yang menyatakan bahwa alam ini terdahulu, keyakinan dia
tentang tidak adanya Hari Kiamat (dibangkitkan dengan jasad) serta ia
berkeyakinan Allah tidak mempunyai ilmu dan kekuasaan. Beliau (Imam
Muhammad asy-Syahrastani rahimahullah) menjelaskan bahwa keyakinan Ibnu
Sina itu BATHIL. Tetapi Ibnu Sina tidak mau rujuk kepada kebenaran,
bahkan ia menentang dan membantah buku Imam asy-Syairazy rahimahullah
itu dengan mengarang satu buku yang berjudul “Mushara’atul Mushara’ah”,
Di kitab itu Ibnu Sina menyatakan :
.
“Bahwasanya Allah tidak
menciptakan langit dan Bumi dalam 6 (enam) hari, Allah tidak mengetahui
sesuatu apapun, Allah tidak berbuat sesuatu dengan Qudrat dan
Ikhtiyarnya dan Allah tidak membangkitkan manusia dari Kuburnya.”
(kitab Ighatsatul lahafan II hal. 266)
.
Setelah membawakan pendapat Imam asy-Syahrastani rahimahullah yang
menyatakan ajaran Ibnu Sina itu Bathil, Imam lbnul Qayyim rahimahullah
berkata :
.
“Kesimpulannya Ibnu Sina itu Seorang ATHEIS, Yang
KUFUR KEPADA ALLAH,kepada para MalaikatNya, Kufur kepada Kitab-kitab
Nya, Kufur kepada Rasul-Rasul Nya dan Kufur kepada hari Kiamat.”(kitab
Ighatsatul.Lahfan 11 : 267)
.
Selanjutnya beliau rahimahullah
berkata: “(Menurut ukuran kejelekan), Agama kaum Musyrikin lebih baik
dari ajaran Ibnu Sina, al-Farabi dan para pengikutnya (maksudnya
kejelekan kaum Musyrikin lebih ringan dibanding kejelekan Ibnu Sina)
karena penyembah-penyembah berhala masih mempercayai Allah sebagai
al-Khaliq (pencipta) yang mengadakan dari tidak ada, mereka percaya
bahwa Allah BERKUASA DAN HIDUP, Penyembah berhala hanya berlaku syirik
dalam soal ibadah. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
.
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).
Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami
tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada
Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di
antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya
Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (
Qs. Az-Zumar : 3 ).
.
(sedang Ibnu Sina dalam semua hal)
(idem 268).
.
2. Imam Ibnul Qusyairiy rahimahullah mernbantah bukunya Ibnu Sina yang
berjudul: Asy-Syifa 3). Asy-Syifa itu sebuah buku Ensikilopedia
Filsafat, bantahan beliau rahimahullah dituliskan dalam bentuk Sya’ir :
Kami putuskan persaudaraan dengan sekelompok orang yang sakit yaitu penulis buku asy-Syifa’.
.
Berapa kali kami sudah kuingatkan : Wahai kaumku! Kalian ini berada di tepi jurang (neraka) bersama penulis buku asy-Syifa’.
.
Maka tatkala mereka sudah meremehkan peringatan kami, maka kami kembali kepada Allah, Allah cukup (sebagai pelindung kami),
.
Mereka (Ibnu Sina dan para pengikutnya) mati dalam keadaan mengikuti
Agama (‘ajaran,) Ariestoteles, sedangkan kami hidup mengikuti agama Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . (kitab Fatawa Ibnu Taimiyyah 9
hal. 253)
.
3. Ibnul Jauzi al-Qurasyiy al-Baghdadiy rahimahullah
berkata : “Kebanyakan AhIi Filsafat berkeyakinan bahwa Allah ‘Azza wa
Jalla tidak mengetahui sesuatu?? Ibnu Sina berkeyakinan bahwa Allah
‘Azza wa Jalla tidak mengctahui yang partial?? Mereka adalah orang-orang
yang PANDIR YANG TELAH DIHIASI OLEH IBLIS.”
(kitab Talbiisu Iblis oleh Ibnu Jauzi hal : 47, Tahqiq Mahmud Mahdi al-Istambuli cet. Muassasah ‘ulumul Qur’an-Damaskus).
.
4. Ibnu Sina menulis buku yang berjudul “al-Isyaaraat wat Tanbiihaat,
buku ini ada beberapa jilid yang berisi tentang kayakinan di dalam
masalah Dzat, Wujud dan sebagainya. Buku ini telah disyarah oleh seorang
filosop Israel. Dan buku Ibnu Sina ini telah dibantah oleh Syaikhul
Islam Al-Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitabnya Dar’u
Ta’a-rudhul’Aql wan Naql jilid V dan halaman 87 sampai dengan halaman
152 tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim cet. th 1401 H/1981.M. Di halaman
130-131 Ibnu Taimiyyah berkata : “Mereka-mereka yang mengingkari adanya
Malaikat adalah Kafir …. dan Ulama’ salaf telah sepakat bahwa mereka
yang mengingkari sifat-sifat Allah adalah orang yang paling bodoh dan
paling sesat.”
.
5. Berkata Dr.Shabir Tha’iimah rahimahullah :
“..Aqidah kebathinan yang dianut oleh (Syiah) sekte Qaramithah,
Isma’iliyah dan Nushairiyah adalah KAFIR karena mereka menolak Rukun
Iman dan hukum-hukum Islam, dan mereka telah dipengaruhi oleh Filsafat
Yunani, Persia dan India. Mereka mengaku-ngaku dirinya sebagai
orang-orang Muslim? Padahal mereka sangat jauh dari Islam dan kaum
Muslimin. Di antara tokoh-tokohnya ialah : Ibnu Mulkan, Ibnu Sab’in,
IBNU ‘ARABY, AL-HALLAJ, IBNU SINA DAN dan yang selain mereka.” (kitab
al-’Aqaaid al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha halaman 242 s/d 249).
.
IBNU SINA DAN PARA PENGIKUTNYA MENURUT AL-QUR’AN
.
Ibnu Sina dan para pengikutnya menurut al-Qur’an adalah orang-orang
bodoh, sombong, sesat dan Kafir. Allah Subhana wa Ta’ala Berfirman :
.
“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah
tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka
melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali
tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah.
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” ( Qs.Al-Mukmin : 56
).
.
“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu
sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan
berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?”
Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka
tidak tahu.” ( Qs.Al-Baqarah : 13 ).
.
“Maka tatkala datang
kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa
ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada
pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka
perolok-olokkan itu.” ( Qs. Al-Mu’min : 83 ).
.
“Wahai
orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang
Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari
kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (
Qs.An Nisaa’ : 136 ).
.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir
kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara
(keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami
beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang
lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah)
di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang
kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang
kafir itu siksaan yang menghinakan.” ( Qs. An Nisaa’ : 150-151 ).
.
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan
menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi
balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.” ( Qs. Al A’raaf :
147 ).
.
Sesungguhnya seeeorang bisa dikatakan beriman apabila
ia beriman kepada Allah, Malaikat- Malaikat-Nya, Kitab-kitabNya,
Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan apa yang ditakdirkan Allah kepada
dirinya yang baik maupun yang buruk. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda :
.
,”Iman itu ialah : Engkau beriman kepada Allah,
kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya,
kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk” (
Shahih Riwayat Imam Muslim no. 8 ).
.
Maka perhatikanlah bahwa
Ibnu Sina tidak beriman kepada apa yang discbutkan dalam al-Qur’an dan
apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia malah
mengikuti dan membela ajaran Ariestoteles, Syi’ah Qaramithah Bathiniyyah
dan dia mati dalam keadaan meyakini ajaran yang sesat tersebut.
.
Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
.
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat
termasuk orang-orang yang rugi.” ( Qs.Al-‘Imran : 85 ).
.
Mungkin Ada orang yang berkata : “tidak boleh mengkafirkan seseorang dari ahli qiblat dengan sebab satu dosa “
.
Maka kami jawab : Tetapi Ibnu Sina telah berbuat dosa-dosa besar dan telah MURTAD dari Islam dan dia telah KUFUR I’TIQADIY,
.
dan orang yang membela Ibnu Sina berarti ia telah menjadi pengikutnya, dan bisa disamakan hukumnya dengan dia
.
(kitab al-Wala’ wal Bara’fil Islam bab Nawaqidhul Islam hal : 75 oleh
Muhammad bin Sa’id bin Salim al-Qahthani MA cet. Daar Thayyibah dan al
Imam Akamuhu haqiqatuhu Nawaqidhuhu hal. 219 dan 241 olch Dr. Muhammad
Na’im Yasin, cet. V Mahtu-batul falaah 1407/1987).
KESIMPULANNYA :
.
Apabila kita mau menilai sescorang maka kita wajib menilai dengan
neraca yang adil yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Tidak boleh kita menilai
seseorang itu baik berdasarkan jasa-jasanya atau kehebatan maupun
keahliannya, karena banyak sekali orang-orang kafir yang telah berjasa
untuk kepentingan kaum Muslimin dan mereka tetap dikatakan kafir.
.
Pertama kali kita nilai seseorang adalah tentang aqidahnya, benar atau
salah, musyrik, kafir atau mu’min dan sesudah itu baru yang lainnya.
.
Ibnu Sina menurut ukuran nilai Islam dia TELAH KAFIR, jadi Ibnu Sina bukanlah cendekiawan Muslim, tetapi CENDEKIAWAN KAFIR.
.
Ingat kita harus hati-hati terhadap pengaruh Filsafat Ibnu Sina yang
dikembangkan oleh para Orientalis dan bertujuan untuk menyesatkan kaum
Muslimin. Bila aqidah sudah hancur amal-pun pasti akan gugur...!
.
Na'udzubillahi Min Dzalik ...! ... Waspadalah, Jangan tertipu !
.
------------------------------------
.
Sumber Referensi :
.
Al-Ustadz Yazid Ibn Abdul Qodir Jawaz Hafizhahullah.
.
Al-Qur'an dan Al Hadits.
kitab Ighatsatul-Lahafan hal: 257
Kitab lghatsatul-Lahafan II : 261
Kitab lghatsatul Lahafan min Mashayidis Syaithan II hal: 262 oleh
Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tahqiq Muhammad Hamid al-Faqiy cet.
Darul Ma’rifah-Beirut ; dan Kitab al’Aqa-’id al-Bathiniyyah wa hukmul
Islam fiiha hal : 247-248 oleh Dr. Shabir Tha’iimah cet. Maktabah
ats-Tsaqafiyyah-Beirut.
Kitab ar-Risalah al-Adhhawiyyah fi Amril Ma’ad” (cet. Darul Fikr al-’Arabiy-Kairo th. 1368 H / 1949 M.
kitab Dar’u Ta’arudhui ‘Aql wan Naql V:10 oleh Sayikhul Islam Ibnu
Taimiyyah, Tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim cet. I th.1401 H / 1981 M ;
kitab Ighatsatul Lahafan II hal. 262)
kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleh Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II hal : 266
kitab Ta’liq Ighatsatul-Lahafan oleb Syekh Muhammad Hamid al-Faqiy II
hal: 248 dan al-’Aqa-id al-Bathiniyyah oleh Dr. Shabir Tha’imah hal :
221 s/d 236)
kitab Fatawa Ibnu Taimiyyah 9 hal. 253.
kitab Fatawa Syaikhul Islam Jiid 35 halaman : 149-150
kitab Al-Milal wan Nihal dan al-Ighatsah.
kitab Talbiisu Iblis oleh Ibnu Jauzi hal : 47, Tahqiq Mahmud Mahdi al-Istambuli cet. Muassasah ‘ulumul Qur’an-Damaskus
kitab al-’Aqaaid al-Bathiniyyah wa hukmul Islam fiiha halaman 242 s/d 249
kitab al-Wala’ wal Bara’fil Islam bab Nawaqidhul Islam hal : 75 oleh
Muhammad bin Sa’id bin Salim al-Qahthani MA cet. Daar Thayyibah dan al
Imam Akamuhu haqiqatuhu Nawaqidhuhu hal. 219 dan 241 olch Dr. Muhammad
Na’im Yasin, cet. V Mahtu-batul falaah 1407/1987.
http://bukancumadokter.wordpress.com/…/benarkah-ibnu-sina-…/ melalui
https://aslibumiayu.wordpress.com/…/ibnu-sina-banyak-kaum-…/ http://tabayyunnews.com/…/ibnu-sina-banyak-kaum-muslimin-y…/