Apa kebijakan seorang suami terhdp istri yg meninggalkan shalat wajib? ?
1->> Sebagai suami, haruslah menyadari bahwa hidup di dunia
ini penuh dengan cobaan, dicoba dengan istri yang ingkar atas perintah
tuhannya, sebagaimana dijelaskan di dalam Surat at-Taghabun: 14 : " Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan
anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu
terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta
mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang." (At Taghaabun: 14)
2->> Nasehatilah istri dengan baik, karena agama Islam adalah nasehat, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nasehatilah wanita itu dengan nasehat yang baik.”
Nasehati dia dengan lembut, karena wanita itu lemah akalnya dan mudah putus asa. Dia dijadikan dari tulang rusuk yang paling bengkok, mudah patah, bila diperlakukan dengan keras dia akan gampang minta cerai, sebagaimana penjelasan hadits yang shahih. Jelaskan kebaikan Islam, jelaskan bahwa Anda sebagai suami wajib menasehatinya sekaligus ini sebagai tanda kasih sayang Anda terhadapnya. Jelaskan bahwa Anda ingin hidup bahagia dengannya di dunia dan di akhirat.
3->> Tanyalah dia: “Apa yang dimaksud takut kepada Allah?” Jika jawabannya benar, tanyakan: “Mengapa tidak dilaksanakan?” Jika jawabannya salah, betulkan.
Bacakan kepada istri kitab karangan ahli ilmu, bahwa takut kepada Allah bukan hanya perkataan semata, namun dengan mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
4->> Jangan lupa berdo’a kepada Allah, terutama pada sepertiga malam akhir.
Berdo’alah dan memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar sang istri diberi petunjuk, dan bangunkan dia agar menjalankan pula shalat malam, barangkali dia mau shalat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Rabb kita Yang Maha Suci dan Maha Tinggi setiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, Dia berkata: ‘Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya, dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya.” (HR. Bukhari no. 5846)
Di antara contoh do’anya (boleh dibaca oleh laki-laki maupun perempuan):
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“ Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Al Furqan: 74).
6->> Langkah awal, nasehati dia dengan kata-kata yang lembut yang menyadarkan diri. Jika tidak bisa, tinggalkan tidur bersama dia. Jika belum berhasil, datangkan dua hakim dari kedua orang tua untuk meminta pertimbangan. Jika mertua tidak mendukung, bahkan membela anaknya, Bismillah, tawakkal kepada Allah, ceraikanlah dia. Tentunya hal ini (cerai) jika suami sudah menimbang lebih jauh tentang maslahat dan mafsadatnya, dan jika sudah cerai segeralah menikah agar cepat hilang peristiwa lalu, tentunya bila mampu.
Sekedar mengingatkan para lelaki (suami), jangan sampai termasuk ke dalam TIGA GOLONGAN YANG TIDAK AKAN MASUK SURGA, di antaranya karena menjadi DAYYUTS. Ingatlah, sesungguhnya kita akan ditanya atas apa yang kita pimpin.
Seorang suami atau kepala rumah tangga bertanggung-jawab dalam rumah tangganya. Seorang bapak atau suami merupakan orang pertama dalam rumah tangga yang harus berusaha agar rumah tangganya damai, tenteram, dan penuh rahmat Allah. Untuk itu, diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh.
Karena itu, tarbiyyah (pendidikan) dan pembinaan rumah tangga harus mendapatkan PRIORITAS PERTAMA. Seorang bapak harus berupaya membina isteri, anak, dan keluarga yang terdekat semisal mengingatkan mereka untuk shalat. Sikap suami yang membiarkan isteri (dan anaknya) berbuat kejelekan dalam rumah tangganya adalah sangat berbahaya. Maka, kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah di hari kiamat.
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“ Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dayyuts yaitu kepala rumah tangga yang membiarkan kemungkaran dalam rumah tangganya.”
[HR. Nasa’i (5: 80-81); al-Hakim (1: 72, 4: 146-147); al-Baihaqi (10: 226) dan Ahmad (2: 134)
2->> Nasehatilah istri dengan baik, karena agama Islam adalah nasehat, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nasehatilah wanita itu dengan nasehat yang baik.”
Nasehati dia dengan lembut, karena wanita itu lemah akalnya dan mudah putus asa. Dia dijadikan dari tulang rusuk yang paling bengkok, mudah patah, bila diperlakukan dengan keras dia akan gampang minta cerai, sebagaimana penjelasan hadits yang shahih. Jelaskan kebaikan Islam, jelaskan bahwa Anda sebagai suami wajib menasehatinya sekaligus ini sebagai tanda kasih sayang Anda terhadapnya. Jelaskan bahwa Anda ingin hidup bahagia dengannya di dunia dan di akhirat.
3->> Tanyalah dia: “Apa yang dimaksud takut kepada Allah?” Jika jawabannya benar, tanyakan: “Mengapa tidak dilaksanakan?” Jika jawabannya salah, betulkan.
Bacakan kepada istri kitab karangan ahli ilmu, bahwa takut kepada Allah bukan hanya perkataan semata, namun dengan mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
4->> Jangan lupa berdo’a kepada Allah, terutama pada sepertiga malam akhir.
Berdo’alah dan memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar sang istri diberi petunjuk, dan bangunkan dia agar menjalankan pula shalat malam, barangkali dia mau shalat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Rabb kita Yang Maha Suci dan Maha Tinggi setiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, Dia berkata: ‘Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya, dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya.” (HR. Bukhari no. 5846)
Di antara contoh do’anya (boleh dibaca oleh laki-laki maupun perempuan):
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“ Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Al Furqan: 74).
6->> Langkah awal, nasehati dia dengan kata-kata yang lembut yang menyadarkan diri. Jika tidak bisa, tinggalkan tidur bersama dia. Jika belum berhasil, datangkan dua hakim dari kedua orang tua untuk meminta pertimbangan. Jika mertua tidak mendukung, bahkan membela anaknya, Bismillah, tawakkal kepada Allah, ceraikanlah dia. Tentunya hal ini (cerai) jika suami sudah menimbang lebih jauh tentang maslahat dan mafsadatnya, dan jika sudah cerai segeralah menikah agar cepat hilang peristiwa lalu, tentunya bila mampu.
Sekedar mengingatkan para lelaki (suami), jangan sampai termasuk ke dalam TIGA GOLONGAN YANG TIDAK AKAN MASUK SURGA, di antaranya karena menjadi DAYYUTS. Ingatlah, sesungguhnya kita akan ditanya atas apa yang kita pimpin.
Seorang suami atau kepala rumah tangga bertanggung-jawab dalam rumah tangganya. Seorang bapak atau suami merupakan orang pertama dalam rumah tangga yang harus berusaha agar rumah tangganya damai, tenteram, dan penuh rahmat Allah. Untuk itu, diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh.
Karena itu, tarbiyyah (pendidikan) dan pembinaan rumah tangga harus mendapatkan PRIORITAS PERTAMA. Seorang bapak harus berupaya membina isteri, anak, dan keluarga yang terdekat semisal mengingatkan mereka untuk shalat. Sikap suami yang membiarkan isteri (dan anaknya) berbuat kejelekan dalam rumah tangganya adalah sangat berbahaya. Maka, kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah di hari kiamat.
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“ Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dayyuts yaitu kepala rumah tangga yang membiarkan kemungkaran dalam rumah tangganya.”
[HR. Nasa’i (5: 80-81); al-Hakim (1: 72, 4: 146-147); al-Baihaqi (10: 226) dan Ahmad (2: 134)
No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah yang baik dan sopan,jangan berkomentar yang Asal-asalan. damai itu 20.000 rebu ( wkwkwkwk damai itu indah katanya )